BERJAYANEWS.COM — Warga Bandar Lampung boleh sedikit bernapas lega menghadapi Ramadhan 1447 Hijriah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyiapkan pasar murah serentak di 20 kecamatan untuk menahan gejolak harga bahan pokok yang biasanya ikut naik saat bulan puasa.
Program pasar murah tersebut bakal digelar tiga kali selama Ramadhan, masing-masing pada awal, pertengahan, dan akhir bulan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung Erwin mengatakan pasar murah disiapkan sebagai salah satu langkah pemerintah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami telah menyiapkan pelaksanaan pasar murah secara serentak di 20 kecamatan pada bulan Ramadhan,” kata Erwin di Bandar Lampung, Senin, (2/2)
Menurut dia, pelaksanaan pasar murah tidak hanya ditujukan untuk menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengendalikan laju inflasi selama Ramadhan.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi Ramadhan, sekaligus mengendalikan laju inflasi,” ujarnya.
Untuk menyukseskan program tersebut, Pemkot Bandar Lampung menggandeng sejumlah pihak, termasuk Perum Bulog dan jaringan ritel modern. Kolaborasi itu diharapkan dapat memperkuat pasokan komoditas yang dijual kepada masyarakat.
Yang menarik, pemerintah juga menyiapkan subsidi harga dalam pasar murah tersebut. Dengan subsidi itu, harga sejumlah kebutuhan pokok yang dijual diharapkan lebih ringan dibandingkan harga di pasaran.
“Dalam kegiatan ini nantinya ada subsidi harga untuk masyarakat,” kata Erwin.
Komoditas yang disiapkan bukan hanya kebutuhan pokok utama. Pemkot Bandar Lampung juga memasukkan tepung terigu dalam daftar barang yang akan dijual.
Bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur tetap menjadi komoditas utama. Sementara tepung terigu ditambahkan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang mulai mempersiapkan berbagai makanan dan kue untuk Lebaran.
“Selain bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan telur, kami juga menambahkan komoditas tepung terigu guna menunjang kebutuhan masyarakat dalam membuat kue Lebaran,” ujarnya.
Erwin berharap keberadaan pasar murah di 20 kecamatan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga. Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, program tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat selama Ramadhan.
Pemkot juga berharap intervensi harga melalui pasar murah dapat membantu meredam tekanan harga kebutuhan pokok sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani ketika permintaan terhadap bahan pangan meningkat selama bulan puasa hingga menjelang Lebaran.
Dengan jadwal pelaksanaan tiga kali dalam sebulan, pasar murah diharapkan tidak hanya menjadi operasi sesaat, tetapi menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadhan 1447 Hijriah.
(*)

Leave a Reply