Takjil Jangan Bikin Jalan Jadi Tajil, Satpol PP Bandarlampung Siap Tertibkan Lapak yang Bikin Macet

BERJAYANEWS.COM — Bulan Ramadan membawa berkah bagi pedagang takjil. Tapi jangan sampai berkah buat pedagang, malah bikin pengguna jalan dapat bonus macet.

Pemerintah Kota Bandarlampung, Lampung, mengingatkan pedagang takjil musiman agar tidak menggunakan trotoar dan bahu jalan secara berlebihan hingga mengganggu arus lalu lintas menjelang waktu berbuka puasa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bandar Lampung Ahmad Nurizki Erwandi mengatakan keberadaan pedagang takjil memang menjadi bagian dari geliat ekonomi masyarakat selama Ramadan. Namun, aktivitas jual beli tetap harus memperhatikan ketertiban dan kepentingan pengguna jalan.

“Bulan puasa ini jadi momentum untuk pedagang musiman untuk menjajakan dagangannya. Sehingga fokus utama penertiban kali ini adalah lapak takjil dan pasar tumpah yang memakan fasilitas umum seperti trotoar dan bahu jalan,” kata Rizki Kamis, (19/2).

Menurut dia, Satpol PP telah memetakan sejumlah lokasi yang kerap menjadi titik munculnya pedagang takjil dadakan. Kawasan yang ramai aktivitas warga dan memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi menjadi perhatian utama petugas.

Bukan hanya pedagang yang diminta tertib. Pembeli juga diminta tidak ikut-ikutan membuat jalan berubah fungsi menjadi tempat parkir dadakan.

“Kami juga sudah mengimbau baik pedagang dan pembeli agar tidak menumpuk kendaraan di lokasi yang dapat membuat kemacetan,” ujarnya.

Persoalan biasanya muncul ketika waktu berbuka semakin dekat. Pembeli berdatangan, kendaraan berhenti sembarangan, sementara lapak pedagang memakan badan jalan. Alhasil, jalan yang seharusnya dilalui kendaraan berubah menjadi arena berburu kolak, gorengan, es buah hingga lauk berbuka.

Satpol PP memastikan teguran akan diberikan kepada pedagang maupun aktivitas yang dinilai memicu kesemrawutan lalu lintas. Jika teguran tidak diindahkan, petugas dapat melakukan penertiban langsung di lokasi.

“Teguran dan tindakan kami hanya semata-mata agar lalu lintas di lokasi kemacetan dapat berjalan lancar,” kata Rizki.

Ia menjelaskan pengerahan personel di lokasi penjualan takjil dilakukan secara situasional. Jumlah petugas dapat ditambah apabila kondisi di lapangan membutuhkan pengamanan lebih.

Meski demikian, Satpol PP telah menempatkan sejumlah personel pada pos penjagaan rutin yang beroperasi setiap hari. Dua kawasan yang menjadi perhatian adalah Pasir Gintung dan Bambu Kuning.

“Jadi situasional saja sifatnya. Tetapi memang kami telah menempatkan sejumlah personel di pos penjagaan rutin yang beroperasi setiap hari di kawasan Pasir Gintung dan Bambu Kuning guna memantau kondisi lalu lintas di sana,” ujarnya.

Pemkot Bandar Lampung pada dasarnya tidak melarang masyarakat mencari rezeki selama Ramadan. Pedagang takjil tetap diperbolehkan berjualan, selama tidak mengambil hak pengguna fasilitas umum dan tidak membuat arus lalu lintas tersendat.

Sebab, mencari takjil mestinya berburu makanan untuk berbuka. Bukan berburu kesabaran pengendara yang terjebak macet.

(*)


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *