Ada Apa Pengacara AKBP Dody Prawiranegara Sebut Irjen Teddy Minahasa Telpon Ayah Kliennya

By Ony 19 Nov 2022, 18:55:27 WIB Nasional


Keterangan Gambar : Ada Apa Pengacara AKBP Dody Prawiranegara Sebut Irjen Teddy Minahasa Telpon Ayah Kliennya 


Berjayanews.com, - Adriel Viari Purba kuasa hukum Ajun Komisaris Besar (AKBP) Dody Prawiranegara memberikan pengakuan mengejutkan.

Adriel Viari Purba mengaku Ayah AKBP Dody Prawiranegara, Inspektur Jenderal Maman Supratman mendapat telepon dari eks Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat yang terjerat dugaan peredaran narkoba, Irjen Teddy Minahasa.

Adriel Viari Purba mengatakan, Teddy Minahasa disebut berusaha memengaruhi sang ayah agar AKBP Dody mau ikut skenario yang ia bikin.

"Kenapa Pak TM (Teddy Minahasa) menelpon orangtua dari klien saya? Saya sudah mendapat info valid," tutur Adriel dilansir dari Kompas TV, Jumat (18/11/2022).

"Kami sudah mengonfirmasi kepada mama bapak dari klien saya AKBP Dody dia sudah kasih tahu ke saya bahwa dia ditelepon oleh Pak TM langsung," tutur Adriel lagi.

Terkait isinya, Adriel menjelaskan, Teddy Minahasa diduga ingin berganti pengacara dan berusaha membujuk agar AKBP Dody mengikuti skenario yang ia buat.

"Yang isinya untuk mengganti saya menjadi pengacaranya, mengganti saya. Lalu, ikut kepada dia, ikut skenarionya untuk buang badan. Itu kira-kira isinya," jelas Adriel.

Pengacara juga mengungkapkan, terkait hal itu, ayahanda Dody mengaku siap untuk memberikan keterangan soal dugaan adanya intervensi dan usaha skenario tersebut.

"Pengetahuan saya dari klien, memang dia menelpon langsung. Menelepon langsung Pak Irjen Maman untuk ikut ke kubunya dia. Sesuai skenario Pak TM," tutur Adriel.

"Sudah saya konfirmasi kembali. Sudah saya telepon dan belum langsung ya Irjen Maman. Dan dia siap memberikan keterangan," kata dia melanjutkan.

Adapun Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memeriksa tersangka dugaan peredaran narkoba, AKBP Dody Prawiranegara, di Rumah Tahanan Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Selatan.

Menurut Adriel Viari Purba, petugas LPSK telah menyatakan berkas permohonan menjadi justice collaborator sudah lengkap. Selanjutnya, LPSK akan menelaah dan mendalami permohonan Dody sebelum menetapkan keputusan akhir.

"Kami berharap proses pendalaman dan penelaahan bisa berjalan lancar dan cepat serta permohonan klien kami dikabulkan," ujar Adriel, Sabtu (5/11/2022).

Adriel menjelaskan, permohonan perlindungan sebagai JC untuk kliennya itu penting mengingat tersangka lainnya seperti Teddy Minahasa, masih berstatus sebagai jenderal aktif.

Keterlibatan Teddy Minahasa dalam dugaan peredaran narkoba terungkap dari penyelidikan penyidik Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya mengungkap jaringan pengedar narkoba dan menangkap tiga warga sipil. Setelah itu, penyidik Polda Metro Jaya melakukan pengembangan dan menemukan keterlibatan tiga polisi.

Pengembangan penyelidikan terus dilakukan sampai akhirnya penyidik menemukan keterlibatan Teddy. Polda juga Polda Metro Jaya kemudian menetapkan 11 orang lainnya sebagai tersangka.

Yang bersangkutan saat ini telah menjalani penahanan di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya terhitung sejak Senin (24/10/2022).

Adapun pasal yang disangkakan kepada Teddy yakni Pasal 114 Ayat 3 sub Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Jo Pasal 55 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal 20 tahun penjara. (sumberkompas.com)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

bawah

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Loading....


kanan atas