Kesaksian AKBP Ridwan Soplanit Telanjangi Kejahatan Ferdy Sambo di Perkara Pembunuhan Brigadir J

By ryan 22 Nov 2022, 13:38:15 WIB Nasional


Keterangan Gambar : Kesaksian AKBP Ridwan Soplanit Telanjangi Kejahatan Ferdy Sambo di Perkara Pembunuhan Brigadir J



Berjayanews.com, Dugaan intervensi dan manipulasi yang dilakukan Ferdy Sambo di perkara pembunuhan brigadir J kian terkuak. 

Hal ini terungkap dari sejumlah saksi yang hadir dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J  Pada Senin (21/11/2022) kemarin.

Salahsatu saksi yang hadir dan membongkar intervensi Ferdy Sambo dalam penyidikan kasus tersebut adalah Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit.

Ridwan membeberkan ada beragam intervensi yang dilakukan jenderal bintang dua yang sudah dipecat itu.

Salah satunya agar tim penyidik tidak datang secara lengkap dan beramai-ramai saat melakukan olah tempat kejadian perkara.

Ferdy Sambo juga disebut meminta penyidik melakukan proses investigasi yang lebih lembut dan tidak keras.

Ridwan mengatakan, beberapa penyidiknya saat olah tempat kejadian perkara (TKP) melakukan interogasi kepada Bharada E atau Richard Eliezer.

"Kemudian Pak FS saat itu datang kemudian menyampaikan ke dia (penyidik) enggak usah terlalu keras," kata Ridwan.

Tepuk tembok dan karang cerita baku tembak

Masih kesaksian Ridwan, Ferdy Sambo juga melakukan intervensi dengan mengarang cerita kematian Brigadir J disebabkan oleh baku tembak.

Saat tiba di TKP, Ridwan diminta Sambo masuk ke dalam rumah/ Ridwan kemudian melihat jenazah Brigadir J tergeletak bersimbah darah di dekat tangga rumah dinas Kadiv Propam.

Saat itu, Sambo langsung bercerita pada Ridwan terkait informasi tembak-menembak antar anggota Polri yang dimaksud antara Bharada E dengan Brigadir J.

Saat tiba pada cerita latar belakang pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi, Ferdy Sambo terlihat emosional.

Ridwan mengatakan, eks Kadiv Propam Polri itu menepuk tembok dan berulang kali menggelengkan kepala.

Mata Sambo juga terlihat berkaca-kaca, layaknya seseorang yang sedang menahan air mata.

"Pada saat dia sambil menerangkan, kemudian dia menepuk tembok agak keras. Saya agak sempat kaget juga Yang Mulia," ucap Ridwan.

"Kemudian kepalanya tertunduk ke tembok, kemudian dia melihat saya terus sambil menggeleng-gelengkan kepala. Matanya agak berkaca-kaca," sambung dia.

Ridwan mengaku setelah peristiwa pukul tembok dan mata yang berkaca-kaca membuat perasaannya jadi kacau.

"Pada saat dia menepuk tembok, kemudian matanya berkaca-kaca saat itu saya juga jadi blank Yang Mulia," kata Ridwan.

Sebut CCTV rusak sambil mondar mandir

Masih kesaksian Ridwan, intervensi Sambo yang berikutnya adalah terkait dengan pemeriksaan CCTV saat penyidik melakukan olah TKP.

Ridwan menjelaskan, saat olah TKP memang para penyidik berfokus pada barang bukti termasuk CCTV, handphone, dan senjata api yang ada di sekitar kejadian.

"Tapi pada saat kami pengecekan CCTV, Pak FS (Ferdy Sambo) waktu itu mondar mandir, terus dia menyampaikan CCTV ini sudah rusak saat itu," ujar Ridwan.

Ferdy Sambo menyampaikan hal tersebut kepada Ridwan secara langsung yang juga ikut berada di lokasi saat olah TKP.

Mendapat keterangan dari Ferdy Sambo, Ridwan kemudian tetap melakukan pemeriksaan CCTV namun pengambilan barang bukti dilakukan secara bertahap.

Ridwan menyebut dirinya tidak secara langsung memastikan pengambilan CCTV karena harus meninggalkan TKP untuk mengambil keterangan saksi yang sudah dibawa ke Divisi Propam Polri. (sumber kompas.com)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

bawah

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Loading....


kanan atas