Kuasa Hukum Rico Julian Bantah Kliennya Aniaya Remaja Pakai Senpi, Pertimbangkan Ambil Langkah Hukum

By Ony 18 Sep 2023, 20:36:41 WIB Hukum


Keterangan Gambar : Kuasa Hukum Rico Julian Bantah Kliennya Aniaya Remaja Pakai Senpi, Pertimbangkan Ambil Langkah Hukum

BERJAYANEWS.COM,- Ketua DPC Gerindra Kabupaten Pesawaran Achmad Rico Julian (35) membantah sejumlah tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya terkait insiden dugaan penganiyaan terhadap lima remaja yang terjadi di depan kediamannya jalan Tirtayasa, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung pada Minggu 17 september 2023 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Andri Meirdyan S,Kuasa Hukum Rico Julian mengatakan sejumlah tuduhan kepada kliennya itu tidak benar dan lebih mengarah kepada fitnah.

"Apa yang kami sampaikan ini fakta hukum dan sudah tercantum dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) bukan katanya,  bukan fitnah, bukan juga asumsi. Kronologi menembak, menganiaya itu kalau kita bilang fitnah," kata Andri Meirdyan S saat menggelar jumpa pers di kantor Perkumpulan Advocaten Indonesia (BPP PAI) Lampung jalan Tirtayasa, Sukabumi, Senin (18/9/2023)

Baca Lainnya :

Andri Meirdyan S mengatakan pihaknya akan mempertimbangan melakukan langkah hukum jika tidak ada niat baik dari pihak yang melaporkan kliennya tersebut.

"Kalau kita bilang fitnah itu, klien kami mabok fitnah. Kami akan pertimbangan melakukan upaya hukum, kalau tidak ada niat baik, terpaksa kami akan lakukan upaya hukum, prinsipnya damai itu indah, tapi kalu tidak ada itikad baik kita akan lakukan langkah hukum," jelas Andri Meirdyan.

Andri Meirdyan menjelaskan saat ini kasus terlihat absurd atau kabur karena semua pihak mengaku menjadi korban

"Ini absurd kabur, yang korban siapa pelaku siapa. Dan soal kepemilikan senjata api klien kami ini orang hukum hukum jadi tidak mungkin melakukan pelanggaran hukum," tegasnya.

Sementara  Ketua Gerindra Kabupaten Pesawaran Achmad Rico Julian (35) kini melaporkan dugaan pencurian di depan kediamannya, Jl. Tirtayasa, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandarlampung, Minggu (17/9/2023), pukul 02.00 WIB LP/B/329/IX/2023/SPKT Polsek Sukarame).

Rico dalam laporannya menyatakan curiga ada sejumlah pemuda yang salah seorang diduga bawa senjata tajam berkeliaran di rumahnya, Minggu (17/9/2023), pukul 02.00 WIB.

Rico mengaku awalnya terbangun anaknya menangis ada suara bising di luar rumahnya. Saat melihat CCTV, sekelompok pemuda membawa parang di depan rumahnya. Ia khawatir karena beberapa benda di rumahya kerap hilang.

Saat menelpon tetangga sekitar meminta informasi kondisi di luar rumahnya, karena tak ada respon, Rico nekad keluar. Dia mengaku membawa senpi yang dilengkapi surat-surat kepemilikan dari kepolisian untuk jaga-jaga bela diri.

Ketika lompat, ada tiga pemuda, dua diantaranya disebut Rico hendak menyerangnya, dan satu orang lagi di mobil tak jauh terparkir dari kediaman Rico.

Kemudian Rico mengeluarkan tembakan peringatan ke udara agar mengetahui maksud para pemuda itu.

Sementara Oka Ernanda salahsatu remaja yang diduga mengalami intimidasi dan penganiayaan juga melaporkan Rico ke polisi beserta empat kawannya, ditemani keluarga, dan kuasa hukum Ari Syandi Harahap, SH ke Polresta Bandarlampung, Minggu (17/9/2023), pukul 20.00 WIB (LP/B/1352/IX/2023/SPKT/Polresta Bandarlampung).

Oka Ernanda melaporkan  Rico dengan tuduhan penganiayaan UU No.1 Tahun 1946 tentang KUHP, Pasal 351, atas sangkaan pemukulan pakai gagang senjata api setelah sebelumnya menembak ke udara, Minggu (17/9/2023), pukul 02.15 WIB. ***

 




Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Loading....