Ogah Bayar Santunan Buat Korban laka Lift Jatuh, Pemilik Yayazan Az Zahra Harus Dipidana

By Ony 18 Nov 2023, 13:20:12 WIB Bandar Lampung


BERJAYANEWS.COM,- Pemiik Yayasan Sekolah Islam Terpadu (IT) Az Zahra di Gotong Royong Bandar Lampung dikabarkan enggan membayar santuan kepada 9 korban kecelakaan jatuhnya lift sekolah yang terjadi pada Agustus 2023 lalu.

Diketahui dalam insiden jatuhnya lift sekolah pada Rabu (5/7/2023) menyebabkan tujuh orang pekerja meninggal dan dua orang lainnya luka berat.

Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung berencana melakukan pemanggilan terhadap pemilk Yayasan Fatimah Az Zahra menyangkut putusan dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) terkait soal keberatan pihak Yayasan Fatimah Az Zahra telah keluar. 

Baca Lainnya :

Yayasan Fatimah Az Zahra telah mengajukan keberatan kepada Kemenaker atas putusan dari tim pengawas tenaga kerja Disnaker Provinsi Lampung terkait besaran santunan yang harus dibayar.

"Tidak terlalu lama lagi kita akan melakukan penyidangan dan pemanggilan terhadap pihak yayasan serta pihak yang terkait dalam kasus jatuhnya lift yang mengakibatkan 9 korban," kata Agus saat dimintai keterangan, Kamis (16/11/2023).

Ia mengatakan jika pihak nya sudah berkoordinasi dengan Kemenaker dan Kemenaker mendukung penuh atas keputusan yang diambil oleh tim pengawas dari Disnaker Provinsi Lampung.

"Jadi kita tunggu, kita sudah koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan sangat mendukung dari hasil keputusan tim penyidik atau pengawas ketenagakerjaan. Jadi tinggal gelar perkara saja," kata dia.

Ia menjelaskan jika pihak Yayasan Fatimah Az Zahra sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap peristiwa jatuhnya lift tersebut diwajibkan untuk memberikan santunan kepada keluarga korban.

"Santunan harus diterima, karena ada sanksi-sanksi yang nanti akan diterima oleh perusahaan kalau tidak mematuhi. Sanksi bisa pidana kalau tidak mengikuti," kata dia.

"Karena perdatanya dia harus memenuhi kewajiban nya. Karena ini kan diatur dalam UU Ketenagakerjaan bahwa pemberi kerja itu wajib hukum nya memberikan perlindungan bagi tenaga kerja," sambungnya.

Ketua LSM AMAL Lampung  Sunarwardi mendukung langkah dinasker Provinsi Lampung untuk menegakan aturan hukum terhadap pemilik yayasan yang tidak engaan membayar santunan kepada para korban.

"Kita dukung putusan disnaker Lampung, pemilik Az Zahra harus bayar santunan sesuai keputusan yang sudah dikeluarkan itu. Karena ini menyangkut nyawa orang," tegasnya.

Diketahui kecelakaan lift di Sekolah Islam Terpadu (IT) Az Zahra, Bandar Lampung terjadi pada Rabu (5/7/2023). Peristiwa tersebut menewaskan tujuh orang dan membuat dua lainnya luka berat.

Atas peristiwa polisi menetapkan satu tersangka yakni Rahmat yang bertugas sebagai pengawas proyek.

Polisi menilai jika Rahmat lalai dalam menjalankan tugasnya hingga lift barang tersebut digunakan 9 pekerja bangunan yang mengakibatkan 7 pekerja tewas

Beberapa faktor kelalaian yang ditemukan penyidik di antaranya lift barang yang digunakan tidak standar. Selain itu, ada kesalahan teknis yang dilakukan tersangka yang tidak sesuai SOP. ***




Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Loading....