Polisi Ungkap Kejanggalan Ayah dan Ibu di Lift, Sebelum Melompat dari Atap Apartemen Teluk Intan

By Ony 10 Mar 2024, 13:29:40 WIB Nasional


Keterangan Gambar : Polisi Ungkap Kejanggalan Ayah dan Ibu di Lift, Sebelum Melompat dari Atap Apartemen Teluk Intan



BERJAYANEWS.COM,-Kasus empat orang tewas melompat dari atap apartemen teluk intan bikin geger.

Kini Polisi mengungkap ada sesuatu yang aneh sebelum empat orang tewas melompat dari atap apartemen Teluk Intan, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (9/3/2024).

Baca Lainnya :

    Dari rekaman kamera CCTV, terlihat detik-detik saat sosok yang diduga sang ayah dan ibu mengajak kedua anaknya mengakhiri hidup bersama-sama.

    Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Metro Penjaringan Komisaris Agus Ady Wijaya mengatakan, gelagat aneh pertama ditunjukkan sang ayah, EA (50).

    EA terlihat merangkul dan menciumi kening istrinya AEL (52), anak perempuannya JL (15), dan anak laki-lakinya JW (13) ketika berada di dalam lift.

    "Jam 16.04 WIB, para korban kemudian masuk dalam lift terekam ini EA mencium-cium kening dari ketiga orang lainnya," ucap Agus Ady, seperti melansir kompas.com. minggu pagi.

    Kemudian gerak gerik sang ibu AEL terlihat meminta ketiga orang terdekatnya itu mengumpulkan handphone masing-masing.

    Handphone ketiga orang lainnya dimasukkan AEL ke dalam tasnya sebelum mereka naik lantai 21 apartemen tersebut.

    "Setelah dicium-cium keningnya, AEL mengambil dan mengumpulkan handphone-handphone dari semuanya untuk naik ke atas," ucap Agus Ady.

    Keempat korban diketahui bukanlah penghuni apartemen itu.

    Mereka hanya pernah tinggal di sana, namun pindah tempat tinggal dua tahun lalu.

    Berdasarkan penelusuran CCTV, keempat orang tersebut datang ke apartemen pada pukul 16.02 WIB.

    Mereka datang dalam satu mobil yang sama, yakni Daihatsu Gran Max berwarna silver, dengan nomor polisi B 2972 BIQ.

    Pada pukul 16.04 WIB empat orang tersebut masuk ke dalam lift. Mereka lalu naik ke rooftop lantai 21 apartemen dan tercatat melompat pada pukul 16.13 WIB.

    "Dari CCTV, (mereka) naik ke tangga darurat untuk ke rooftop apartemen, kemudian 16.13 WIB, para korban terjatuh bersamaan di depan lobby apartemen," kata Agus Ady.

    Mereka tewas terjatuh dari rooftop dengan kondisi tangan saling terikat.

    Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar (Kombes) Gidion Arif Setyawan mengatakan, terdapat beberapa luka pada tubuh korban.

    Gidion menyebut, luka itu antara lain kepala bagian belakang pecah, pinggang patah, hingga tangan dan kaki patah.

    Kini, keempat jenazah itu telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk divisum.

    Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

    Anda tidak sendiri dan tetap selalu berdoa kepada Allah tuhan yang maha Esa.

    ***




    Temukan juga kami di

    Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

    Loading....