Terkuak Saat Hari Kejadian Brigadir J Dieksekusi, Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo Saling Berbisik

By ryan 02 Des 2022, 08:12:07 WIB Nasional


Keterangan Gambar : Terkuak Saat Hari Kejadian Brigadir J Dieksekusi, Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo Saling Berbisik

   

Berjayanews.com,- Keterlibatan Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mulai terkuak

Istri Ferdy Sambo itu juga ternyata berperan besar dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Baca Lainnya :

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022), Bharada E menguak sejumlah peristiwa yang banyak belum diketahui publik.

Diantaranya Bharada Eliezer mengungkapkan terkait dugaan rencana pembunuhan Brigadir J yang diduga dilakukan Ferdy Sambo dan Istri.

Pada saat dirinya diminta hadir di lantai tiga, rumah Saguling, Ferdy Sambo sempat berbisik-bisik Putri Candrawathi.

Yakni tepat di hari kejadian pembunuhan, yaitu Jumat (8/7/2022).

Eliezer melihat Putri Candrawathi mendampingi dan duduk di sebelah Ferdy Sambo.

Keduanya, kata Eliezer, saling berbisik.

Namun, ia sempat mendengar bahwa Putri berbicara mengenai CCTV dan sarung tangan.

"Tidak jelas, Yang Mulia. Tapi saya ada dengar CCTV dan sarung tangan," jawaban Eliezer saat ditanyai Majelis Hakim di persidangan.

Selain itu, Bharada E juga mengungkap adanya perintah Putri Candrawathi kepada para ajudannya membersihkan barang-barang korban.

Menurut Bharada Eliezer, Ajudan yang dimaksud itu, dirinya sendiri, Ricky Rizal, serta Kuat Ma'ruf selaku sopir.

Maksud dibersihkannya barang-barang Brigadir J tak lain untuk menghilangkan sidik jari eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.

Pasalnya, Ferdy Sambo sempat memegang barang-barang Brigadir J.

Sebelum pembersihan dimulai, Bharada Eliezer dan Ricky Rizal terlebih dahulu diminta mengambil barang-barang Brigadir J di Posko Duren Tiga.

"Saya tidak tahu kalau ternyata barang-barang almarhum ini sudah di-packing, dikarduskan.

Lalu, barang-barang itu diantar ke posko ajudan yang di Duren Tiga."

"Bu Putri bilang ke saya 'Nanti kamu pergi pakai mobil ke posko, ambil barang-barang Yosua, bawa lagi ke rumah Saguling'. Lalu, (saya) bawa lagi," ungkap Richard Eliezer, dikutip dari Kompas.com.

Setelah tiba di Rumah Saguling, barang-barang milik Brigadir J kemudian dibawa ke lantai dua.

Eliezer awalnya tak mengetahui maksud diambilnya barang-barang Brigadir J itu.

Namun, ia kemudian diingatkan Putri Candrawathi untuk memakai sarung tangan selama membersihkan barang-barang Brigadir J.

"Ibu bilang 'Nanti pakai sarung tangan ya'. Jadi, kita pakai sarung tangan Pak, sarung tangan karet, itu sama Om Kuat juga."

"Jadi, bertiga kami disuruhlah kami oleh Ibu PC untuk membersihkan barang-barangnya almarhum ini, di-laundry baju-bajunya, tasnya, dan untuk baju-baju lebih banyak di-laundry, jadi diplastikkan," urainya.

Sebelum membersihkan dan me-laundry barang-barang Brigadir J itu, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf juga diminta untuk menyemprotkan disinfektan dan hand sanitizer.

Termasuk baju, tas, dan dompet milik Brigadir J.

"Jadi, itu kita disuruh untuk pakai disinfektan sama hand sanitizer untuk membersihkan baju-baju itu, serta tasnya dia (Yoshua), dompetnya dia, disuruh sama ibu."

"Kata Ibu, 'Bapak sempat megang barang-barangnya Almarhum' untuk menghilangkan sidik jarinya (semprot cairan pembersih)," jelas Bharada Eliezer.

Ada Perempuan Menangis

Hal lain yang diungkapkan Eliezer adalah saat dia melihat seorang perempuan yang menangis di Rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.

Momen tersebut terjadi pada akhir Mei 2022.

Eliezer menyebut, perempuan misterius tersebut menangis dan lekas pergi dari rumah Sambo.

Sebelum perempuan itu beranjak pergi, Sambo dan istrinya Putri Candrawathi terlihat marah.

(sumber Tribunnews.com)




Video Terkait:


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Loading....