Terus Kritik Qatar, Presiden FIFA Gianni Infantino Tuding Negara Barat Munafik

By ryan 21 Nov 2022, 10:42:55 WIB Olahraga


Keterangan Gambar : Tegas LGBT dan Bir Dilarang di Piala Dunia Qatar, Presiden FIFA Tuding Negara Barat Munafik


 
Berjayanews.com, - Kritik terhadap Piala Dunia 2022 Qatar terus dilakukan dalam sepekan terakhir.

Topik utama yang menjadi sorotan yakni pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam persiapan maupun penyelengaraan Piala Dunia 2022 Qatar.

Tudingan itu terbagi menjadi dua isu utama, yakni terkait pekerja migran dan soal kelompok LBGTQ+.

Kemudian perhelatan Piala Dunia Qatar 2022 dan FIFA juga menyepakati aturan pembatasan peredaran minuman beralkohol selama Piala Dunia 2022.

Aturan soal kelompok LGBTQ+ dan juga minuman beralkohol itu berkaitan dengan fakta bahwa Qatar adalah negara Islam.

Banyak media-media Eropa kemudian menilai Qatar, FIFA, maupun penyelenggara Piala Dunia 2022 telah melakukan tindakan diskriminatif terutama kepada kelompok LGBTQ+.

Presiden FIFA, Gianni Infantino,  akhinya buka suara. 

Gianni Infantino menilai negara barat munafik karena terus mengkritik penyelenggaraan Piala Dunia 2022 Qatar.

Gianni Infantino membela Piala Dunia 2022 Qatar dengan menyampaikan pidato berapi-api selama lebih dari satu jam pada Sabtu (19/11/2022) malam WIB.

Satu hari menjelang Opening Ceremony Piala Dunia 2022 Qatar, Gianni Infantino akhirnya buka suara mengecam kritik negara-negara barat.

Pria asal Swiss itu bahkan menilai negara barat munafik karena terus mengritik Qatar dan Piala Dunia 2022.

"Kita semua telah mendapat banyak pelajaran (konotasi negatif) dari negara Eropa dan Barat. Saya orang Eropa. Untuk apa yang telah kami lakukan selama 3.000 tahun di seluruh dunia, kami harus meminta maaf selama 3.000 tahun ke depan sebelum memberi pelajaran moral," kata Infantino.

"Jika benar Eropa benar-benar peduli terhadap nasib orang-orang ini (pekerja migran), mereka seharusnya membuat aturan hukum seperti yang dilakukan Qatar," ujar Infantino.

"Saya kesulitan memahami kritik. Kita semua harus berinvestasi dalam membantu orang-orang ini, memberi pendidikan, masa depan, dan lebih banyak harapan untuk mereka," ucap Infantino.

"Kita semua harus mendidik diri sendiri. Banyak hal yang tidak sempurna tetapi reformasi dan perubahan membutuhkan waktu," tutur Infantino.

 

"Pelajaran moral sepihak ini adalah kemunafikan. Saya bertanya-tanya mengapa tidak ada yang mengakui kemajuan yang dibuat di sini sejak 2016?," ucap pria berusia 52 tahun itu.

"Tidak mudah menerima kritik atas keputusan yang sudah dibuat 12 tahun lalu. Qatar siap. Ini akan menjadi Piala Dunia terbaik yang pernah ada," ujar Infantino menambahkan.

FIFA resmi menunjuk Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 pada era kepemimpinan Presiden Sepp Blatter tahun 2010.

Pada awal November 2022, Sepp Blatter sempat membuat pernyataan kontroversial terkait Piala Dunia 2022 Qatar.

Sepp Blatter mengaku menyesal dan bersalah atas keputusan FIFA menunjuk Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Menurut Blatter, Qatar terlalu kecil untuk menyelenggarakan event akbar seperti Piala Dunia.

Seperti diketahui, Blatter memang condong ke Amerika Serikat yang sempat menjadi pesaing langsung Qatar dalam proses pengajuan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Terlepas dari berbagai kontroversi, Piala Dunia 2022 Qatar tetap akan dimulai hari ini pada Minggu (20/11/2022) malam WIB.

Piala Dunia 2022 sangat bersejarah karena menjadi World Cup pertama yang digelar pada akhir tahun di negara Timur Tengah.

Partai pembuka Piala Dunia 2022 akan mempertemukan tuan rumah Qatar dan Ekuador.

Laga Grup A Piala Dunia 2022 Qatar vs Ekuador akan dihelat di Stadion Al Bayt malam ini dengan jadwal sepak mula pukul 23.00 WIB. (sumber serambinews.com)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

bawah

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Loading....


kanan atas