- Soal Pungli Koperasi KKLTB, Republik Minta Kejati Turun, Hukum Jangan Tajam ke Bawah Tumpul Ke Atas
- Dekan FK Unila Dr Evi Kurniawati Ambil Sumpah 33 Dokter Baru, Prof Lusmeilia Pesan Jaga Nama Unila
- Wahyuni Safitri Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Unila Akan Kuliah Satu Semester di IPB Lewat PMM
- Gelar Kuliah Kebangsaan Bela Negara Bersama Kemhan, Unila Hadirkan Kolonel Mar Rachmat Djunaidy
- 857 Atlet Ramaikan Kejuaraan Renang Rektor Unila Cup National Open Championship
- Mashurio Amirul Huda Mahasiswa Prodi Tekhnik Unila Lolos Magang di Kementerian PUPR Palembang
- 2.500 Mahasiswa Unila Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 2.000 Meter
- Mahasiswa FH Unila Roberta RP Situmorang Ikuti Program PMM di UNPVJ
- Salsabilla Muvita Mahasiswa FMIPA Unila Terpilih dalam Program PMM di UGM
- 4 Mahasiswa Unila Olah Limbah Zat Warna Berbasis Polyeugenol Cegah Limbah Berbahaya Bagi Lingkungan
Viral Kerap Menjadi Juara, Burung Merpati Kolong Milik Joned Laku Rp 1,5 Miliar

Keterangan Gambar : Viral Kerap Menjadi Juara, Burung Merpati Kolong Milik Joned Laku Rp 1,5 Miliar
BERJAYANEWS.COM- Viral burung merpati terjual seharga Rp 1,5 miliar di Pekalongan, Jawa Tengah.
Burung merpati yang selalu menjadi juara saat perlombaan, dibeli oleh orang Jakarta dengan harga Rp 1,5 miliar.
Bahkan, prosesi penjualan burung merpati ini viral di media sosial, seperti di akun Instagram @beritapekalongan1 diposting 20 jam yang lalu dan diberikan caption "Merpati Jaguar sejodo milik warga Wonopringgo team kenwood laku dibeli orang dengan harga Rp 1,5 Milyar... Woow... Mantepp."
Baca Lainnya :
- Prediksi Liga Inggris Laga Chelsea vs Aston Villa Malam Ini Pukul 23.30 WIB0
- DPD BMI Lampung Apresiasi dan Siap Kawal Kehadiran Presiden Jokowi di Lampung0
- Aurel Febrina Siswi SMA Negeri 1 Pesisir Barat Terpilih Menjadi Anggota Paskibraka Nasional 20211
- Penjelasan BMKG Soal Viral Video Fenomena Disebut Langit Terbelah di Pacitan, Warga Diimbau Tenang0
- Kisah Hidup Vanessa Angel, Sejak Kecil Sudah Jadi Tulang Tulang Keluarga Sampai Kabur dari Rumah 0
Postingan tersebut sudah mendapatkan like sebanyak 1.569 like dan 105 komentar.
Dikutip Berjayanews.com dari Tribunjateng.com, pemilik burung tersebut bernama Muhammad Joned (37), warga Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah,
Ia mengaku sudah 21 tahun bergelut dengan merpati, khususnya merpati kolong.
Sebab ia pikir, tak mungkin merpati kolong bisa hebat tanpa perawatan dan latihan yang asal-asalan.
"Awalnya burung itu (Jaguar) sering juara ketika dilombakan. Kemudian ada seorang bos dari Jakarta, dua tahun lalu datang ke kandangnya nawar untuk membeli jaguar dengan harga Rp 600 juta namun saya tolak, terus beberapa hari yang lalu datang lagi nawar Rp 1 M belum tak kasih juga, setelah itu menghubungi saya nanya pas nya berapa aku jawab Rp 1,5 M dan itu langsung deal."
"Akhirnya, pembeli itu langsung datang ke sini dan burung langsung di boyong bos dari Jakarta yang namanya om ping ping," kata Muhammad Joned kepada Tribunjateng.com, Sabtu (25/9/2021) sore.
Proses pembayaran burung merpati seharga Rp 1,5 M ini dibayar secara tunai.
"Saya tidak sempat menghitung uang tersebut, karena saya percaya dengan pembelinya. Pembeli burung merpati saya itu juga teman saya," ucapnya.
Joned mengungkapkan, pembeli burung merpati jaguar itu juga penghobi burung dan pemain burung.
"Karena saya sedang bangun rumah, uang tersebut akan digunakan untuk membangun rumah," ungkapnya.
Saat disinggung mengenai, apakah menyesal ketika burung merpati yang disayangi dan sering menjadi juara dibeli orang? Joned mengatakan, awalnya menyesal sekali bahkan tidak sempat tidur semalaman.
"Satu malam saya tidak bisa tidur mas, karena saking sayangnya dengan burung itu, prestasinya burung itu luar biasa," ucapnya.
Menurutnya, jaguar ketika dipegang saya sudah memperoleh teropi banyak sekali.
"Puluhan piala sudah didapatkan, umur burung tersebut sekitar 5 tahun dan sudah tua di kandangnya," ujarnya.
Hingga kini, Joned masih berternak merpati kolong. Merpati-merpati hasil rawatannya telah banyak dibeli orang.
Saat ini, masih ada 25 burung yang sedang dilatih dan mempunyai trah juara semua.
"Terkadang orang hanya melihat saya sekarang. Tidak mau melihat perjuangan saya. Bagaimana melatih mental merpati dan menjaga nutrisi. Saya latih sendiri, ternakan sendiri, saya ikutkan lomba sendiri. Namun semua itu proses yang membawa saya bisa sampai di sini."
"Kalau sudah jadi player dan siap lomba, ya dia ikut lomba. Tinggal mampu kualitasnya burung untuk ikut event nasional," kata Joned.
Ia menceritakan, butuh waktu satu tahun untuk burung merpati bisa diikutkan lomba.
"Lama mas untuk membentuk mental dan kualitas burung merpati, minimal satu tahun," tandasnya.
Sementara itu, Raka Siwi (23) warga Semarang sengaja datang ke kandang burung merpatinya kenwood untuk membeli burung merpatinya milik Joned.
"Saya datang ke sini sengaja membeli burung merpati di kandangnya mas Joned. Siapa tahu rejekinya sama membeli burung disini," katanya.
Ia menceritakan, bahwa memang penghobi burung merpati. Kemudian, mendapatkan informasi burung merpati ini dari teman-teman Tegal.
"Saya hobi sudah 1 tahun ini, saya terinspirasi sama mas Joned karena burung merpatinya juara terus ketika ikut lomba," imbuhnya.
Raka membeli burung merpati anakan dari thor.
"Burung ini cucunya jaguar yang dibeli orang Jakarta dengan harga Rp 1,5 M," tambahnya. (Ono)