Dies Natalis ke-61 Unila, Gubernur Tantang Kampus Jadi Motor Hilirisasi Ekonomi Lampung

BANDAR LAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) menggelar Rapat Luar Biasa Senat dalam rangka Dies Natalis ke-61 Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Unila, Rabu, 23 September 2026.

Kegiatan dibuka Ketua Senat Unila Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd. dan dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, jajaran Forkopimda, Dewan Pengawas, para rektor Unila dari masa ke masa, pimpinan universitas, mitra strategis, sivitas akademika, serta tamu undangan.

Dalam laporan Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, tema “Be Strong” menjadi arah transformasi universitas, dari sekadar mengejar capaian menuju kontribusi yang memberikan dampak.

“Be Strong juga menegaskan langkah berikut, dari kuat menuju berdampak, dari capaian menuju kontribusi, dari aktivitas menuju outcome, dan dari keberhasilan institusi menuju kebermanfaatan yang lebih luas,” ujar Lusmeilia.

Sejumlah capaian Unila turut dipaparkan dalam forum tersebut. Pada 2025, efisiensi edukasi perguruan tinggi tercatat 128,66 persen, sementara tingkat kelulusan tepat waktu mahasiswa S-1 mencapai 53 persen.

Dari lulusan 2024, sebanyak 75,45 persen memperoleh pekerjaan layak dengan rata-rata masa tunggu sekitar 2,9 bulan. Di bidang riset, Unila menghasilkan 835 judul penelitian sepanjang 2025 dengan dukungan anggaran sekitar Rp13,5 miliar per tahun serta mencatat 3.530 dokumen publikasi internasional. Pada UI GreenMetric 2025, Unila meraih skor 86,75 persen, menempati peringkat 88 dunia dan 16 nasional.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Unila mengambil peran lebih besar sebagai motor transformasi dan hilirisasi ekonomi daerah, khususnya sektor pangan.

Ia menyebut hampir 60 persen atau sekitar 1,7 juta keluarga di Lampung menggantungkan pekerjaan pada sektor pertanian. Lampung juga disebut berada di peringkat lima nasional untuk produksi padi, peringkat tiga jagung, serta peringkat pertama untuk singkong dan nanas. “Siapa yang bisa melakukan inovasi? Tidak ada tempat lain di Lampung untuk melakukan inovasi, kecuali kampus, terutama Unila,” tegas Mirzani.(*)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *