Scroll untuk baca artikel
Example 970x250
Example floating
Example floating
NasionalNews

Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 Terus Dilakukan, Kepala Basarnas Harap Ada Keajaiban di Periode Golden Time

×

Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 Terus Dilakukan, Kepala Basarnas Harap Ada Keajaiban di Periode Golden Time

Share this article
Upaya pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. (Instagram/kantorsar_makassar)

BERJAYANEWS.COM – Di tengah proses pencarian korban Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, publik dihebohkan dengan pengakuan salah satu kerabat Kopilot Farhan Gunawan.

Melalui media sosial, kerabat Farhan bernama Pitri Keandedes Hasibuan mengungkapkan bahwa ada aktivitas smartwatch berupa langkah kaki yang terus bertambah usai pesawat jatuh.

Smartwatch yang mendeteksi pergerakan langkah kaki itu membuat kerabat berharap kondisi Farhan dalam keadaan baik dan pencarian terus dilakukan.

Klaim Aktivitas Smartwatch Milik Farhan

Dalam video tersebut, Pitri mengatakan bahwa HP milik Farhan diserahkan kepada adiknya yang merupakan pacar Farhan.

“Pesawat jatuh tanggal 17 (Januari 2026), terus tanggal 18 dilakukan pencarian dan HP-nya Farhan dapat di hutan terus HP-nya sekarang dipegang oleh adik saya,” ujar Pitri dikutip dari video yang diunggah oleh akun Instagram @makasar _iinfo pada Senin, 19 Januari 2026.

“Nah, HP dia itu terhubung ke smartwatch-nya, terus dicek ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan dari pagi jam 06.00 WITA ada berapa langkah terus ditambah lagi jam 10.00 WITA sampai malam juga ada,” imbuhnya.

Ia juga menyebut langkah kaki yang tercatat di smartwatch terus bertambah.

Harapan untuk Pencarian Intens

Lebih lanjut, Pitri berharap tim SAR terus bergerak bahkan menambah personel dalam proses pencarian tersebut.

“Ii sudah hari ke-3 di hutan. Jadi, tolong pada Pak Prabowo atau menteri-menteri di sana yang bisa ngasih bantuan, tolong turunkan tim SAR lebih banyak lagi sekaligus sama helikopter atau apalah Pak yang bisa nyari dia ke hutan,” sambungnya.

“Saya mohon sekali, tolong selamatkan Farhan karena dia sudah memberikan tanda-tanda. HP-nya masih terhubung dan ada langkah kakinya,” tuturnya.

Maksimalkan Pencarian dalam Waktu Golden Time

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan dalam keterangannya bahwa tim SAR kini fokus untuk menemukan dan mengevakuasi korban.

Sebanyak lebih dari 1.200 personel sudah diterjunkan untuk pencarian dan evakuasi di kawasan Gunung Bulusaraung.

“Dalam kurun waktu golden time ini, kita mengharapkan ada keajaiban dan juga tim SAR mampu menemukan seluruh korban,” ucap Syafii dalam konferensi pers di Posko SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep pada Senin, 19 Januari 2026.

“Karena kami yakini bahwa kepastian itu hanya milik Tuhan. Selama kita belum benar-benar menemukan, kita pasti akan mengejar dalam kurun waktu yang ada,” tambahnya.

Golden time merupakan periode waktu kritis dalam tindakan penyelamatan yang umumnya sekitar 72 jam atau 3 hari pertama setelah kejadian.

Pencarian Korban Sempat Terkendala Cuaca

Syafii juga menyebut ada kendala cuaca hingga medan selama proses pencarian.

“Dari tim di lapangan memang telah menemukan korban. Namun, karena kondisi cuaca dan medan yang ada, sehingga evakuasi belum bisa kita sampai di rumah sakit yang ditunjuk polri sebagai tim DVI (Disaster Victim Identification),” terangnya.

“Prioritas yang kita laksanakan adalah SAR menggunakan sarana udara, namun karena cuaca, pesawat tidak maksimal untuk kita operasikan,” sambungnya.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026 di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Serpihan pesawat lantas ditemukan oleh pendaki dan tim SAR di Gunung Bulusaraung, sehingga pencarian dilakukan di area tersebut. (*)
*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *