BERJAYANEWS.COM — Temuan benda asing diduga peluru senapan angin mengguncang pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara. Benda berukuran kecil dari bahan logam tersebut ditemukan tersembunyi di dalam potongan daging yang hendak dikonsumsi siswa.
Peristiwa yang terjadi pada rentang 14-16 Agustus 2026 ini mencuat ke publik setelah seorang guru mengunggah rekaman video ke media sosial. Dalam video tersebut, sang guru memperlihatkan potongan daging beserta benda tumpul yang menyerupai proyektil senapan angin.
“Ini murid saya kelas 5, Ardi, menemukan satu buah peluru senapan angin di dalam daging,” kata guru tersebut dalam rekaman video yang viral.
Ia secara terbuka mempertanyakan sistem pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mendesak pengelola dapur bertanggung jawab atas kelalaian tersebut.
Menanggapi insiden tersebut, Badan Gizi Nasional melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung langsung mengambil tindakan tegas. Operasional SPPG Sindangsari resmi dihentikan sementara (suspend) untuk kepentingan investigasi.
“Kami sudah monitor dan dapurnya sudah di-suspend. Saat ini tim kami masih mencari tahu asal-usul benda tersebut,” ujar Kepala Bagian Tata Usaha KPPG Lampung, Fitra Alfarisi, melansir Detik, Rabu, (26/8/2026).
Sampel daging beserta benda asing tersebut saat ini telah diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara untuk menjalani uji laboratorium.
Langkah ini dilakukan guna memastikan jenis material benda serta menelusuri bagaimana proyektil tersebut dapat masuk ke dalam rantai pasok daging.
Fitra menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi mendahului hasil pemeriksaan resmi dari dinas kesehatan.
“Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebabnya sebelum proses pemeriksaan selesai,” tuturnya.
Buntut dari kejadian ini, KPPG Lampung menginstruksikan seluruh SPPG di wilayah Lampung dan Bengkulu untuk memperketat kontrol kualitas (quality control) pada setiap tahapan pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga penyajian.
Pihak otoritas gizi juga menyatakan terbuka terhadap laporan masyarakat sebagai bahan evaluasi perbaikan tata kelola MBG. Pengaduan terkait layanan makanan bergizi gratis ini dapat disalurkan melalui saluran resmi Badan Gizi Nasional via PO Box 4500 atau layanan Siaga 127.
(*)










