BERJAYANEWS.COM, BANDARLAMPUNG, – Gelombang kasus perundungan menghantam dunia pendidikan Bandarlampung.
Pasca insiden di SMAN 9, kini dugaan bullying mencuat di SMP Xaverius Pahoman, di mana seorang siswa diduga menjadi korban kekerasan fisik dan mental oleh teman sekelasnya.
Insiden terkuak awal Agustus pasca Lingga, ibu korban, menyadari perubahan drastis putranya yang tiba-tiba menjadi pendiam dan menunjukkan gejala trauma.
Kecurigaan Lingga menguat setelah sebuah video terkait kasus ini beredar luas di media sosial.
Dilansir dari Helo Indonesia (19/9/2025), kekerasan dimulai pekan pertama Agustus.
Putranya disiram empat gayung air hingga basah kuyup di toilet sekolah. Ironisnya, setelah kejadian ini, ponsel sang anak lenyap dari tempat penyimpanan di sekolah dua hari kemudian.
Pelaku kemudian memancing korban dengan dalih akan mengembalikan ponselnya, namun dengan syarat korban harus ikut pulang bersama mereka menggunakan sepeda motor.
Di lokasi sepi, korban yang tidak siap, lantas dipaksa berkelahi dan diserang oleh para pelaku sebelum akhirnya ditinggalkan.
Menanggapi insiden yang menimpa anaknya, Lingga berencana membawa kasus ini ke jalur hukum.
Didampingi advokat Putri Maya Romantir dan pegiat media sosial Paman Acong, sudah melaporkan kejadian ini ke Polresta Bandarlampung Sabtu (20/9/2025).
Kasus di SMP Xaverius ini menambah panjang daftar permasalahan perundungan di lingkungan sekolah. (*)












