Example floating
Example floating
Budaya & HumanioraRagam

Cerita Ayu Septilia Guru Swadhipa Natar yang Gemar Menaklukkan Alam

×

Cerita Ayu Septilia Guru Swadhipa Natar yang Gemar Menaklukkan Alam

Share this article
Cerita Ayu Septilia Guru Swadhipa Natar yang Gemar Menaklukkan Alam

Laporan Reporter Magang : Sabiluna Khoirunnisa

BERJAYANEWS.COM,- DI  tengah kesibukannya sebagai pengajar, tak banyak yang menyangka bahwa Ayu Septilia Putri, guru di SMA Swadhipa Natar, punya hobi menantang yakni mendaki gunung dan menjelajah alam.

Guru yang mengajar mata pelajaran Ekonomi dan PKWU sudah mengabdi sebagai guru hampir tujuh tahun.

Ibu Ayu—begitu ia akrab disapa menganggap menjelajah alam sebagai cara menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan kebahagiaan pribadi.

“Sejak gadis saya memang sudah suka jalan-jalan. Setelah lulus kuliah dan mulai bekerja, sempat vakum beberapa tahun, tapi sekarang saya mulai aktif lagi menekuni hobi ini,” ujarnya dengan senyum hangat, saat diwawancari di sekolah pada Rabu 15 Oktober 2025.

Setiap akhir pekan, terutama hari Sabtu, Ayu meluangkan waktu healing ke alam terbuka mulai dari menjelajahi pantai, mendaki gunung, hingga sekadar berwisata alam di sekitar Lampung.

Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk reward bagi diri sendiri setelah satu minggu penuh mengajar.

“Rutinitas sebagai guru itu melelahkan secara mental. Kita berhadapan dengan banyak siswa dan harus memahami karakter mereka satu per satu. Jadi perlu waktu untuk menenangkan diri. Healing itu bukan sekadar tren, tapi kebutuhan rohani,” tuturnya.

Dari sekian banyak tempat yang pernah ia jelajahi, Gunung Pesawaran menjadi pengalaman yang paling berkesan.

“Trek-nya benar-benar menguji adrenalin, apalagi saat musim hujan. Jalannya licin dan banyak tanjakan curam. Tapi semua terbayar dengan pemandangan di puncak,” kenangnya.

Menariknya, meski gemar mendaki, Ayu selalu menerapkan sistem tektok berangkat pagi dan pulang malam di hari yang sama.

“Karena saya seorang guru dan sudah berkeluarga, saya memanfaatkan satu hari libur saja untuk menyalurkan hobi,” katanya.

Tak hanya menjelajah alam di Indonesia, Ayu juga pernah melangkahkan kaki ke luar negeri. Ia bercerita antusias tentang pengalamannya menjadi backpacker ke Singapura dan Malaysia bersama sahabatnya, Dina.

“Waktu itu kami nabung dari uang honor guru pengganti. Awalnya cuma wacana, tapi akhirnya benar-benar berangkat,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Kini, Ibu Ayu masih menyimpan mimpi untuk melanjutkan petualangannya ke negara lain.

“Kalau ada rezeki dan waktu, saya ingin ke Vietnam atau Thailand. Tapi tentu harus menyesuaikan dengan jadwal sekolah dulu,” tuturnya.

Bagi Ibu Ayu, berjalan dan menjelajah bukan hanya tentang mengunjungi tempat baru, tetapi juga belajar dari kehidupan.

“Setiap tempat punya tantangan dan cerita. Bertemu orang baru memperluas cara pandang kita,” ujarnya bijak.

Sosok Ayu Septilia menjadi pengingat bahwa menjadi guru bukan berarti berhenti bermimpi atau berpetualang. Justru dari perjalanan itulah, seorang pendidik terus bertumbuh baik sebagai pengajar maupun sebagai manusia yang mencintai kehidupan. (Lun)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *