BERJAYANEWS.COM,- Prof. Dr. Siti Nurjanah, M.Ag., salah satu dari sepuluh calon Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung periode 2026–2030.
Siti Nurjanah, punya visi besar untuk membawa kampus hijau tersebut menuju level internasional.
Dalam forum pemaparan visi dan misi di hadapan Senat Universitas, Siti Nurjanah menegaskan tekadnya menjadikan UIN Raden Intan sebagai episentrum keilmuan bertaraf internasional yang berkontribusi nyata bagi peradaban dan kemanusiaan pada tahun 2030.
“UIN Raden Intan harus menjadi mercusuar ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Kita tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membangun peradaban,” ujar wanita yang pernah menjabat Rektor UIN Jurai Siwo Metro periode 2021-2025 ini.
Dalam visinya, Siti Nurjanah menekankan pentingnya transformasi kelembagaan berorientasi global, tanpa meninggalkan akar nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.
Ia menawarkan lima misi utama:
Penguatan mutu akademik dan riset internasional, termasuk peningkatan publikasi bereputasi dan kerja sama riset luar negeri.
Digitalisasi dan inovasi pendidikan melalui optimalisasi teknologi dalam pembelajaran dan manajemen kampus.
Pengembangan SDM unggul dan berkarakter, dengan pelatihan berbasis kompetensi global untuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Kolaborasi dan jejaring global di bidang akademik, sosial, dan kebudayaan.
Kontribusi nyata bagi peradaban dan kemanusiaan, menjadikan UIN Raden Intan pusat solusi isu sosial, lingkungan, dan spiritual.
Komitmen pada Perubahan
Menurutnya, langkah menuju kampus berkelas dunia tidak cukup hanya dengan fasilitas modern, tetapi juga budaya akademik yang kuat dan tata kelola yang transparan.
“Transformasi harus dimulai dari integritas dan kolaborasi. UIN Raden Intan akan menjadi rumah ilmu yang inklusif, terbuka bagi dunia, dan bermanfaat bagi umat manusia,” tegasnya.
Pemaparan visi dan misi ini menjadi bagian penting dari tahapan seleksi calon rektor UIN Raden Intan Lampung, yang saat ini tengah berlangsung.
Antusiasme sivitas akademika tampak mengiringi proses tersebut, menandakan harapan besar terhadap kepemimpinan baru yang mampu membawa universitas ini menembus kancah global. (*)












