Berjayanews.com,- Nasihat Ulama dan Peringatan dari Hadits. Menertawakan kesalahan orang lain atau mencela dosa yang pernah ia lakukan adalah sikap yang sangat dilarang dalam Islam.
Para ulama salaf memperingatkan bahwa perbuatan ini bukan hanya dapat merusak hati, tetapi juga bisa menjadi sebab seseorang jatuh pada kesalahan yang sama di kemudian hari.
Nasihat Ibnu Qayyim rahimahullah
Ibnu Qayyim berkata:
“Siapa yang menertawakan orang lain, maka ia akan ditertawakan lagi. Dan siapa yang menjelekkan saudaranya karena sebuah perbuatan, maka biasanya ia akan jatuh kepada perbuatan tersebut.”
(Al-Furusiyah, hal. 446)
Beliau juga mengingatkan:
“Tidak ada seorang hamba pun yang memburuk-burukkan orang lain karena sebuah dosa, melainkan ia akan diuji dengan dosa tersebut. Apabila sampai kepadamu tentang kesalahan seseorang, ucapkanlah: ‘Semoga Allah mengampuni kita dan dia.’”
(Al-Furusiyah, hal. 446)
Bahkan beliau menegaskan bahwa mencela saudara karena dosanya bisa lebih besar dosanya daripada dosa yang ia lakukan, sebab mengandung unsur kesombongan dan merasa diri suci.
(Madarijus Salikin, 1:177-178)
Hadits tentang Celaan dan Balasan
Ada hadits yang memiliki makna serupa, meskipun statusnya dhaif bahkan maudhu’ menurut sebagian ulama:
“Siapa yang menjelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut.”
(HR. Tirmidzi no. 2505)
Namun, makna peringatan ini sejalan dengan pesan para ulama salaf.
Sikap Para Salaf
Ibrahim An-Nakha’i berkata:
“Aku melihat sesuatu yang aku tidak suka, tidak ada yang menahanku untuk membicarakannya kecuali karena aku khawatir akan diuji dengan hal tersebut.”
(Ibnu Abid Dunya, Ash-Shamt)
Hasan Al-Bashri menyampaikan:
“Barang siapa mencela saudaranya karena dosa yang telah ia taubati, maka ia tidak akan meninggal kecuali Allah akan menimpakan dosa itu kepadanya.”
(Ibnu Abid Dunya, Ash-Shamt)
Peringatan Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang ia anggap sepele, namun karena kalimat itu ia terjatuh ke dalam neraka selama tujuh puluh tahun.”
(HR. At-Tirmidzi)
Pelajaran Penting
Jaga lisan — Jangan mudah menertawakan atau mempermalukan kesalahan orang lain.
Husnuzan — Berbaik sangka, apalagi jika orang tersebut sudah bertaubat.
Doakan kebaikan — Ucapkan “Semoga Allah mengampuni kita dan dia” ketika mendengar aib orang lain.
Ingat karma amal — Dosa yang kita cela bisa jadi menimpa kita di masa depan.
(*)












