Example floating
Example floating
Uncategorized

LPM Lampung Salurkan Bantuan bagi Mahasiswa UIN Korban Bencana: “Kami Merasa Tidak Sendiri”

×

LPM Lampung Salurkan Bantuan bagi Mahasiswa UIN Korban Bencana: “Kami Merasa Tidak Sendiri”

Share this article

Berjayanews.com. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi Lampung kembali merealisasikan komitmen kemanusiaannya.

Kali ini, organisasi tersebut menyalurkan bantuannya kepada sejumlah mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung yang berasal dari daerah terdampak bencana alam dipulau Sumatera.

​Prosesi penyerahan bantuan berlangsung khidmat. Dimana pelaksanaan aksi sosial itu, bersamaan dengan giat Jalan sehat, yang diadakan UIN Raden Intan dalam memperingati Dies Natalies, ke 57 Alumni UIN Raden Intan, yang berlangsung pada Sabtu pagi (27/12).

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menjadi bukti nyata kepedulian LPM Lampung, terhadap pendidikan mahasiswa perantau yang menuntut ilmu di Bumi Ruwa Jurai.

​Tercatat, mahasiswa penerima bantuan, merupakan putra-putri asal Medan, Aceh, dan Padang.

Diketahui bersama, ketiga provinsi itu alami serangkaian musibah bencana alam.

Mulai dari banjir bandang hingga tanah longsor yang melumpuhkan sendi-sendi perekonomian keluarga mereka dikampung halaman.

​Ketua DPD LPM Provinsi Lampung, Drs. Ahmad Bastian SY, sekaligus Anggota DPD RI, kembali turun ke lapangan. Setelah sebelumnya ikut memimpin rombongan, memberikan bantuannya kepada mahasiswa terdampak bencana, yang ada di Universitas Lampung.

Bersama jajaran pengurus inti DPD LPM Lampung diantaranya, Ali Sopyan, S.H, selaku Sekretaris, Dr. Topan Indrakarsa, S.H., M.H, selaku Ketua OKK serta Ketua Tenaga Ahli Organisasi, Dhanily, A.S.P., S.H.

Turut hadir memperkuat barisan solidaritas tersebut, Wakil Sekretaris, Arista dan A. Faanjir Zarami, SH, Ketua DPD LPM Bandar Lampung Busroni, S.H, M.H, serta Ketua DPD LPM Lampung Timur, Usman, serta beberapa pengurus seperti, Novi Sari Fonda, Johan Alamsyah dan Kodirman Wijaya.

​Dalam arahannya, Ahmad Bastian memotivasi para mahasiswa tidak terbelenggu kesedihan yang mendalam.

​”Musibah merupakan sebuah ujian. Kehadiran kami disini, bukan sekadar memberikan dukungan materi, melainkan memastikan bahwa kalian tidak berjuang sendirian ditanah rantau ini. Jadikanlah cobaan dikampung halaman, sebagai pemacu semangat untuk belajar lebih giat dan tekun. Kelak, kalianlah yang akan membangun kembali daerah asal dengan tangan sendiri,” tegas Ahmad Bastian dengan nada menguatkan.

​Langkah responsif LPM Lampung ini, mendapat sambutan hangat dari Rektorat UIN Raden Intan, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag, Ph.D, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif yang dinilai sangat tepat sasaran.

​”Kami sangat berterima kasih kepada DPD LPM Lampung. Bantuan ini memiliki makna besar bagi kondisi psikologis mahasiswa.

“Disaat mereka kesulitan berkomunikasi dengan keluarga dan kiriman logistiknya terhambat, muncul sosok-sosok orang tua dari LPM Lampung yang hadir. Seolah jadi oase bagi mereka,” ungkap Rektor.

​Sekretaris LPM Lampung, Ali Sopyan, S.H, menerangkan, jika kegiatan ini adalah eksistensi nyata organisasinya ditengah publik.

Ia katakan, LPM adalah milik semua masyarakat. Senantiasa, selalu peka, bergerak cepat untuk merespons disetiap dinamika yang terjadi.

Berlanjut diterangkan Ali, hasil pendataan mahasiswa yang terdampak musibah Sumatera, di Universitas Lampung, tercatat 10 orang. Berasal dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Sedangkan untuk UIN Raden Intan Lampung, ada 5 mahasiswa asal Aceh Tamiyang.

“Alhamdulillah, bantuannya sudah kami salurkan semua kepada mahasiswa yang terkena dampak musibah” jawab Ali Sopyan

Sedangkan disisi lain, ​Ketua OKK, Dr. Topan Indrakarsa, SH. MH, ikut bicara. Ia berharap, para generasi muda tersebut, harus mampu melihat sebuah pesan dibalik bantuan yang diberikan.

​”Kesulitan yang dialami, merupakan ujian kesabaran bagi masa depan yang lebih cerah. Jangan menitikberatkan pada nilainya. Namun, lihatlah doa serta keikhlasan yang kami bawa guna mendukung kelanjutan pendidikan kalian,” tuturnya.

​Suasana acara seketika berubah haru. Apalagi disaat Chelsi Cornelia Anggraini, Mahasiswi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam asal desa Tawar Sedenge, Provinsi Aceh, menyampaikan rasa terima kasihnya dengan suara bergetar.

Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku sangat tersentuh atas perhatian LPM.

​”Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Hal ini membuat kami, merasa memiliki keluarga baru yang peduli di Lampung. Kami merasa tidak sendiri. Terima kasih banyak, bapak-bapak LPM,” ucapnya lirih.

Bencana yang terjadi diwilayah utara dan barat Sumatera ini, jelas makin mengingatkan, betapa pentingnya arti mitigasi serta solidaritas kemanusiaan.

Lalu agenda bhakti sosial itu ditutup dengan doa bersama.

Semua memohon agar, kondisi didaerah asal para mahasiswa itu bisa segera pulih. Sehingga, aktivitas akademik terus berjalan dengan tenang dan normal. (Silo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *