BERJAYANEWS.COM,-Sejumlah guru di Kabupaten Lampung Barat membagikan perjuangan mereka saat berangkat dan pulang sekolah dengan melewati jalan rusak, berlumpur, dan licin. Video tersebut viral di media sosial dan menuai keprihatinan publik.
Salah satu video diunggah akun Instagram @lampung.24jam, memperlihatkan kondisi jalan tanah di Kecamatan Pagar Dewa, Lampung Barat, yang menjadi akses utama menuju SMPN 2 Satu Atap. Jalan terlihat licin dan berlubang, terutama setelah diguyur hujan.
“Lihat ini, sampai asam lambung saya naik,” ujar salah satu guru dalam video tersebut, dikutip Kamis (5/2/2026).
“Demi pendidikan di Indonesia,” lanjutnya.
Lewati Jalan Tanah Licin dan Berlubang
Dalam rekaman video, tampak para guru harus ekstra hati-hati melintasi jalan tanpa aspal. Tanah basah bercampur lumpur dan genangan air membuat kendaraan sulit melaju.
“Inilah pengabdian kami. Kapan ya jalan kami akan dibangun? Pak, ini jalan anak-anak sekolah, Pak,” ujar guru lainnya dengan nada harap.
Seorang siswa yang turut terekam dalam video juga menyampaikan harapan serupa.
“Hai, Pak, jalannya dibenerin ya, Pak,” ucapnya polos.
Ban Motor Sampai Dipasang Rantai
Akibat kondisi jalan yang ekstrem, warga dan guru terpaksa memasang rantai pada ban motor agar tidak tergelincir saat melewati lumpur.
“Dirantai ini bannya,” ujar salah satu guru sambil menunjukkan ban motor rekannya.
Tuai Keprihatinan Warganet
Viralnya video tersebut langsung memicu gelombang empati dari warganet. Banyak yang menyebut kondisi ini sebagai potret nyata perjuangan guru di daerah pelosok.
“Sedihnya, memang kenyataan yang mengabdi di desa-desa seperti itu. Saya juga merasakan. Semangat kawan senasib,” tulis akun @wah*j**.
“Makin banyak yang spill biar tahu kondisi Lampung ini parah dan sudah tahunan,” tulis @sel****a**.
“Tetap semangat Pak Guru, Bu Guru,” tulis @pam****9.
“Perjuangan guru demi masa depan anak didiknya,” tambah @set*******n.
Rencana Perbaikan Jalan
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) sebelumnya telah mengumumkan rencana perbaikan jalan pada tahun 2026.
Adapun ruas jalan yang viral tersebut merupakan jalur penghubung Pekon Srengit–Sidodadi–Basungan dengan total panjang 17,3 kilometer. Namun, pada tahap awal perbaikan, hanya 2,72 kilometer yang dapat ditangani.
Padahal, ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat dan aktivitas pendidikan mencapai sekitar 11 kilometer. (*)












