
Bandar Lampung, berjayanews.com – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, memimpin Entry Meeting Evaluasi Pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (6/2/2026). Rapat ini bertujuan memastikan program pendidikan unggulan tersebut berjalan optimal, transparan, dan tepat sasaran.
Evaluasi tahap ini difokuskan pada dua titik utama, yakni Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 di Kabupaten Lampung Selatan dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 35 di Kota Bandar Lampung.
Sekdaprov Marindo menekankan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam menyediakan akses pendidikan layak bagi masyarakat. Ia meminta adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam setiap tahapan program.
“Evaluasi komprehensif sangat diperlukan agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat mulai dari perencanaan hingga pengawasan berjalan efektif, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” ujar Marindo.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Lampung, Agus Setiyawan, menyatakan bahwa pengawasan Program Sekolah Rakyat merupakan agenda prioritas nasional tahun 2026. Berdasarkan pemantauan awal di SRMA 32 Lampung Selatan, BPKP mencatatkan perkembangan positif.
“Proses pembelajaran menunjukkan capaian yang baik, terutama pada penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar dan pemanfaatan perangkat digital interaktif antara guru dan siswa,” ungkap Agus.
Meski menunjukkan tren positif, BPKP akan terus mendalami evaluasi melalui sejumlah indikator strategis, antara lain:
-
Keselarasan Kebijakan: Memastikan sinkronisasi aturan antara pemerintah pusat dan daerah.
-
Tata Kelola dan Akuntabilitas: Menilai manajemen risiko serta transparansi penggunaan anggaran.
-
Kesiapan Sumber Daya: Mengevaluasi kompetensi tenaga pendidik dan penguatan kurikulum.












