BANDAR LAMPUNG, BERJAYANEWS.COM —
Sebanyak 38 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kota Bandar Lampung resmi dikukuhkan oleh Wali Kota Eva Dwiana di Aula Semergou, Jum’at (15/8). Pengukuhan ini menjadi momentum penting menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Suasana khidmat dan penuh semangat nasionalisme mengisi gedung Semergou, saat para anggota Paskibraka 19 perempuan dan 19 laki-laki melangkah mantap mengenakan seragam putih kebanggaan mereka. Mereka merupakan pelajar terpilih dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Bandar Lampung yang telah melewati seleksi ketat dan latihan fisik intensif sejak Maret 2025.
Dalam sambutannya, Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni formal, melainkan pengukuhan komitmen untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
“Anak-anakku, kalian bukan hanya mengibarkan bendera merah putih pada 17 Agustus, tetapi juga menjadi simbol kedisiplinan, integritas, dan semangat nasionalisme yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Eva.
Eva juga menyoroti peran strategis Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) yang melekat pada anggota Paskibraka. DPPI diharapkan menjadi teladan dan agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
“Manfaatkan wadah DPPI untuk mengembangkan diri, memperluas jaringan, dan menciptakan program inovatif yang bermanfaat bagi Bandar Lampung,” tambahnya.
Salah satu anggota Paskibraka, Queen Dzakia, yang ditunjuk sebagai pembawa baki bendera, mengaku bangga dan siap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
“Kami sudah menjalani latihan sejak bulan Maret dengan pembinaan ketat dari TNI dan Polri. Kami optimis dapat mengibarkan bendera dengan khidmat pada 17 Agustus nanti,” kata Queen usai pengukuhan.
Pengukuhan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kepala OPD, dan orang tua/wali anggota Paskibraka. Wali Kota Eva Dwiana menutup acara dengan harapan agar seluruh anggota dapat menjalankan tugas dengan lancar dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan daerah.
(red)













