Laporan Wartawan Magang : Sabiluna Khoirunnisa
Bandar Lampung — Suara merdu Amanda Saras, mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung, menggema di Gedung Serbaguna PKOR Way Halim saat membawakan
“Medley Nusantara” dalam pembukaan LKS SMK Nasional XXXII tahun 2024. Di hadapan pejabat nasional, termasuk Sekjen Kemendikbudristek Ir. Suharti, M.A., Ph.D., Amanda tampil memukau membawakan 34 lagu daerah dari Sabang sampai Merauke.
Tahun 2024 menjadi momentum bersejarah bagi Amanda. Setelah mengikuti audisi khusus yang digelar panitia LKS, ia berhasil masuk dalam daftar 10 vokalis terbaik se-Lampung lima putra dan lima putri yang dipercaya tampil di panggung nasional.
“Alhamdulillah, Amanda salah satunya,” ujarnya penuh syukur.
Latihan intensif selama dua bulan menjadi perjalanan penuh tantangan sekaligus kebahagiaan. Amanda harus menghafal puluhan lagu daerah, menyesuaikan vokal, hingga memahami makna dari tiap lagu yang ia bawakan.
“Capek iya, tapi seru banget. Banyak momen indah bareng teman-teman vocalist,” kenangnya.
Salah satu momen terbaik bagi Amanda adalah ketika ia berkesempatan tampil satu panggung dengan penyanyi nasional, Novia Bachmid.
Setelah pertunjukan, Amanda juga mendapatkan apresiasi langsung dan foto bersama Sekjen Kemendikbudristek. “Itu mimpi yang jadi nyata. Kayaknya nggak bakal Amanda lupain seumur hidup.”
Lewat penampilannya, Amanda ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan bangsa.
“Setiap lagu dan tarian punya cerita sendiri. Tapi ketika disatukan, terasa banget betapa kayanya Indonesia,” ujarnya. Menurutnya, seni adalah bahasa universal yang mampu memperkenalkan budaya Indonesia hingga ke kancah global.
Kini menempuh pendidikan di Prodi Bahasa Prancis, Amanda merasa pengalaman panggung nasional itu memperkuat mimpinya menjadi jembatan budaya.
Ia berharap suatu hari nanti dapat memperkenalkan seni dan budaya Lampung ke dunia internasional.
Di akhir wawancara, ia memberi pesan inspiratif untuk generasi muda:
“Jangan takut mulai, jangan takut gagal. Kesempatan besar sering lahir dari langkah kecil yang kita ambil hari ini.” (*)













