Scroll untuk baca artikel
Example 970x250
Example floating
Example floating
Budaya & HumanioraKhazanahPendidikan & SosialUnila

Akademisi Unila Nilai Wacana Bahasa Portugis di Kurikulum Nasional Belum Mendesak Diterapkan di Lampung

×

Akademisi Unila Nilai Wacana Bahasa Portugis di Kurikulum Nasional Belum Mendesak Diterapkan di Lampung

Share this article
Akademisi Unila Nilai Wacana Bahasa Portugis di Kurikulum Nasional Belum Mendesak Diterapkan di Lampung

Laporan Reporter Magang : Lenni Nurkumala

BERJAYANEWS.COM, Bandar Lampung, — Rencana pemerintah menjadikan Bahasa Portugis salah satu prioritas bahasa asing dalam kurikulum nasional dinilai belum mendesak diterapkan di Provinsi Lampung.

Pendapat ini disampaikan akademisi Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung, Madame Indah Nevira.

Indah Nevira menilai kebijakan itu perlu ditinjau dari aspek kesiapan sumber daya manusia, relevansi kebutuhan daerah, serta dampaknya terhadap bahasa lokal.

Menurutnya, penambahan bahasa asing baru memang berpotensi memperkaya kemampuan linguistik siswa.

Namun, implementasinya harus disesuaikan dengan kesiapan lembaga pendidikan dan tenaga pengajar.

Ia mencontohkan, hingga saat ini Bahasa Prancis yang lebih dulu dikenal dan memiliki program studi masih belum tersebar luas di sekolah-sekolah di Lampung.

Madame Indah menilai penerapan Bahasa Portugis dapat dilakukan secara bertahap, dimulai di sekolah-sekolah swasta tingkat menengah atas sebelum dikembangkan lebih luas.

Ia menekankan perlunya persiapan jangka panjang, termasuk pembentukan program studi atau pelatihan khusus bagi calon guru Bahasa Portugis di perguruan tinggi.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa penguatan bahasa daerah justru lebih mendesak dibanding menambah bahasa asing baru.

“Lebih baik menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa wajib dibanding Bahasa Portugis. Kita sebagai warga Lampung pun belum tentu bisa Bahasa Lampung. Jadi itu yang lebih urgensi untuk saat ini,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai keberadaan bahasa asing tidak akan menggeser bahasa daerah sepanjang masyarakat tetap menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Madame Indah berharap setiap kebijakan terkait bahasa asing ke depan dapat memberi manfaat bagi dunia pendidikan, disertai perencanaan matang, kesiapan tenaga pendidik, serta perhatian terhadap nilai budaya lokal. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *