Example floating
Example floating
Lampung Timur

MIRIS! 2026, Siswa Way Bungur Masih Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Demi Sekolah

×

MIRIS! 2026, Siswa Way Bungur Masih Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Demi Sekolah

Share this article
Potret buram infrastruktur kembali mencuat di awal tahun 2026. Puluhan siswa di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, terpaksa mempertaruhkan nyawa setiap hari demi bisa bersekolah akibat mangkraknya proyek Jembatan Kali Pasir.

LAMPUNG TIMUR – Potret buram infrastruktur kembali mencuat di awal tahun 2026. Puluhan siswa di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, terpaksa mempertaruhkan nyawa setiap hari demi bisa bersekolah akibat mangkraknya proyek Jembatan Kali Pasir.

Alih-alih menjadi penghubung akses pendidikan dan ekonomi warga, jembatan tersebut justru terbengkalai dan berubah menjadi “monumen mangkrak”. Kondisi ini memaksa anak-anak sekolah menyeberangi sungai menggunakan rakit kayu seadanya tanpa alat keselamatan.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat para siswa berdesakan di atas rakit bersama sepeda motor, melawan arus sungai yang kerap deras, terutama saat musim hujan. Situasi semakin berbahaya ketika debit air meningkat. Tak jarang, para siswa terpaksa tidak masuk sekolah karena risiko keselamatan terlalu besar.

“Kalau hujan deras dan air naik, anak-anak tidak bisa menyeberang. Nyawa taruhannya,” ungkap salah satu warga setempat.

Tak hanya berdampak pada dunia pendidikan, mangkraknya jembatan ini juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga. Akses antarwilayah terhambat, distribusi hasil pertanian terganggu, dan mobilitas masyarakat menjadi sangat terbatas.

Masyarakat Way Bungur pun mendesak Pemerintah Provinsi Lampung dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret. Mereka menilai, persoalan ini bukan semata soal pembangunan fisik, melainkan menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda.

“Pendidikan selalu disebut prioritas, tapi faktanya anak-anak kami harus ‘akrobat’ di atas air hanya untuk sampai ke sekolah,” keluh warga lainnya.

Warga berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban sebelum bertindak. Percepatan penyelesaian Jembatan Kali Pasir dinilai mendesak agar hak dasar masyarakat, khususnya anak-anak, dapat terpenuhi secara aman dan layak.

HIngga berita ini dimuat belumada pernyataan pemerintah Kabupaten Lampung Timur maupun pemerintah Provinsi Lampung terkait hal tersebut. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *