
Bandar Lampung, berjayanews.com – Provinsi Lampung mencatatkan pencapaian bersejarah dalam pembangunan sosial ekonomi. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, tingkat kemiskinan di Bumi Ruwa Jurai per September 2025 berhasil turun menjadi 9,66 persen. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 0,34 poin dibanding Maret 2025 yang berada di level 10,00 persen.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmad Riswan Nasution, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak penting karena Lampung kini resmi memasuki “era kemiskinan satu digit”.
“Penurunan ini mencerminkan perbaikan nyata pada daya beli dan kesejahteraan masyarakat, didukung oleh stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Ahmad Riswan dalam rilis resmi di Aula BPS Lampung, Kamis (5/2/2026).
Sejumlah faktor kunci yang mendorong tren positif ini antara lain:
-
Pertumbuhan Ekonomi yang Kuat: Ekonomi Lampung tumbuh sebesar 5,04 persen pada triwulan III 2025, yang memperluas lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga.
-
Daya Beli Terjaga: Inflasi yang terkendali mendukung peningkatan konsumsi rumah tangga sebesar 4,89 persen.
-
Kesejahteraan Petani: Sektor perdesaan menunjukkan penguatan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai angka tinggi di 127,62, mempercepat pengentasan kemiskinan di kantong-kantong desa.
Selain penurunan persentase, kualitas pengentasan kemiskinan di Lampung juga membaik. Data menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin kini semakin mendekati garis kemiskinan (Indeks Kedalaman Kemiskinan menurun). Hal ini menandakan peluang warga untuk keluar dari zona kemiskinan semakin besar.
Di sisi lain, ketimpangan pengeluaran antar-penduduk juga semakin menyempit, terlihat dari Gini Ratio yang turun menjadi 0,287. Hal ini menjadi indikator bahwa distribusi kesejahteraan di Lampung kini lebih merata.
BPS berharap data ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan intervensi yang lebih tepat sasaran di masa depan.
“Seluruh indikator ini memberikan gambaran positif mengenai profil kesejahteraan masyarakat. Kami optimis Lampung berada di jalur yang tepat menuju pembangunan berkelanjutan sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Ahmad Riswan.
(red)












