Example floating
Example floating
Kabar Pemrov

Sinergi Pemprov Lampung dan Bank Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2026

×

Sinergi Pemprov Lampung dan Bank Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2026

Share this article

Bandar Lampung, berjayanews.com – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kolaborasi strategis dengan Bank Indonesia (BI) guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menargetkan ekonomi Bumi Ruwa Jurai mampu tumbuh di kisaran 5,5 hingga 6 persen pada tahun 2026 melalui penguatan komoditas unggulan dan ekonomi desa.

Dalam Rapat Rekomendasi Penguatan Kinerja Komoditas Strategis di Kantor Gubernur, Kamis (5/2/2026), Gubernur Mirza menekankan pentingnya pendampingan BI dalam memetakan hambatan (bottleneck) ekonomi serta memastikan pertumbuhan tersebut berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk membenahi tata niaga komoditas dari hulu ke hilir. Fokus kami adalah memastikan perputaran ekonomi terjadi di desa agar kemakmuran dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” ujar Gubernur Mirza.

Beberapa poin utama dalam strategi penguatan ekonomi Lampung meliputi:

  1. Hilirisasi Komoditas Unggulan: Pembenahan tata niaga pada komoditas utama seperti padi, jagung, bawang merah, cabai, dan kopi. Pemerintah mendorong hilirisasi agar produk pertanian diolah menjadi produk turunan di desa untuk menciptakan nilai tambah.

  2. Penguatan Ekonomi Desa: Menjadikan desa sebagai basis pertumbuhan ekonomi primer, sehingga perputaran uang tidak hanya berpusat di perkotaan.

  3. Stabilitas Harga Jelang Ramadan: Menjamin ketersediaan pasokan pangan dan pengendalian inflasi untuk mencegah lonjakan harga yang tinggi menjelang bulan suci Ramadan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mendukung penuh langkah tersebut. Ia mengingatkan bahwa meski sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi Lampung, sektor ini memiliki kerentanan terhadap perubahan cuaca.

“Kunci utamanya adalah meningkatkan produktivitas dan mengembangkan produk turunan. Komoditas pertanian jangan hanya dijual mentah, tapi harus diolah agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi petani,” jelas Bimo.

Bimo optimistis, dengan kondisi ekonomi yang stabil dan tanpa volatilitas tinggi, target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2026 sangat realistis untuk dicapai. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan ekonomi Lampung yang lebih tangguh dan berkeadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *