Berjayanews.com, Jakarta — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan menerima dan menghormati keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait sanksi administratif pasca penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia.
AFC menjatuhkan denda sebesar 14.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp235 juta akibat pelanggaran prosedur keamanan pada dua pertandingan, yakni laga Indonesia vs Korea Selatan (27 Januari 2026) serta Iran vs Afganistan (1 Februari 2026). Pelanggaran tersebut berkaitan dengan masuknya penonton dan pihak tanpa akreditasi resmi ke area lapangan.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa federasi menghormati keputusan AFC dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi ke depan.
“Kami menerima keputusan AFC dengan penuh tanggung jawab. Ini menjadi pembelajaran penting agar ke depan penyelenggaraan pertandingan internasional di Indonesia semakin tertib, profesional, dan sesuai standar keamanan yang berlaku,” ujar Erick Thohir dalam keterangan resminya.
Erick juga menekankan bahwa secara umum AFC memberikan apresiasi tinggi terhadap Indonesia sebagai tuan rumah. Bahkan, Piala Asia Futsal 2026 dinilai sebagai salah satu turnamen futsal terbaik yang pernah digelar di Asia dari sisi atmosfer, antusiasme penonton, dan kualitas penyelenggaraan.
“AFC tetap mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan dukungan masyarakat Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah ajang internasional berskala besar,” tambahnya.
PSSI memastikan akan menyelesaikan kewajiban pembayaran denda sesuai tenggat waktu yang ditetapkan, sekaligus memperketat sistem pengamanan dan pengawasan pertandingan pada event-event berikutnya.
Di sisi prestasi, PSSI menyampaikan kebanggaan atas pencapaian Tim Nasional Futsal Indonesia yang berhasil mencetak sejarah dengan melaju ke final Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya, sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Iran melalui drama adu penalti.
“Prestasi ini adalah bukti perkembangan futsal nasional. Kami akan terus mendukung pembinaan dan kompetisi agar Indonesia semakin diperhitungkan di Asia,” tutup Erick Thohir. (*)












