BERJAYANEWS.COM — Ancaman cuaca ekstrem yang membayangi wilayah Kota Bandar Lampung membuat Wali Kota Eva Dwiana bergerak cepat. Memimpin apel pengarahan di Mako Tandean, Markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Bunda Eva—sapaan akrabnya—mewanti-wanti ratusan personel satgas untuk memperketat kesiapsiagaan di lapangan.
Langkah krusial ini diambil merespons peringatan dini Badan Meteorologi, Meteorologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi guyuran hujan berintensitas sedang hingga lebat di Kota Tapis Berseri.
“Bunda mengapresiasi tim satgas yang sudah bekerja keras dalam menangani musibah banjir maupun bencana lainnya,” tegas Eva Dwiana di hadapan ratusan personel, Jum’at (27/3/2026).
Tak cuma menggembleng fisik personel, Eva mengacungi jempol atas solidnya koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat menerjang banjir dan tanah longsor. Namun, ia menegaskan agar kerja sama tersebut tidak mengendur sedikit pun. Pemantauan di titik-titik rawan banjir, area pohon tumbang, hingga penyebaran informasi peringatan dini ke warga harus makin gencar.
Masyarakat pun diminta tak lengah menghadapi ancaman angin kencang dan tanah longsor. Eva memerintahkan satgas untuk langsung turun ke selokan dan drainase guna memastikan aliran air lancar tanpa hambatan.
Bukan cuma banjir, ancaman si jago merah selama bulan Ramadhan juga jadi sorotan tajam. Petugas Damkarmat diminta pasang mata dan telinga agar bisa bergerak secepat kilat jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Kabar baiknya, keringat dan keberanian para personel satgas tak bertepuk sebelah tangan. Sebagai bentuk perhatian nyata atas kerja keras mereka, Pemerintah Kota Bandar Lampung siap mengucurkan bonus insentif. Uang risiko tinggi (resting) bagi personel satgas dipastikan naik signifikan dari Rp2,3 juta menjadi Rp3 juta per bulan mulai tahun depan, lengkap dengan peremajaan Alat Pelindung Diri (APD) yang lebih memadai.
(*)












