Example floating
Example floating
Uncategorized

Gemerlap di Panggung, Layu di Akademik, Kelulusan SNBP SMAN 10 Anjlok Tajam!

×

Gemerlap di Panggung, Layu di Akademik, Kelulusan SNBP SMAN 10 Anjlok Tajam!

Share this article
Gemerlap di Panggung, Layu di Akademik, Kelulusan SNBP SMAN 10 Anjlok Separuh Harga!

BANDAR LAMPUNG – Prestasi akademik SMA Negeri 10 Bandar Lampung mengalami penurunan signifikan pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Data mencatat angka kelulusan merosot tajam dari 105 siswa di tahun 2025 menjadi hanya 54 siswa di tahun 2026, atau berkurang hampir 50%.

Kesenjangan terlihat jelas antara prestasi non-akademik, seperti keberhasilan menjuarai DBL 2025, dengan dukungan terhadap bidang sains dan kompetisi ilmiah yang dinilai minim bimbingan. Efektivitas tiga Kelas Unggulan di sekolah tersebut kini tengah menjadi sorotan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amrico, telah melakukan pemantauan lapangan dan memberikan teguran resmi. Meski capaian Provinsi Lampung secara umum berada di peringkat ke-4 nasional, Thomas menegaskan akan ada evaluasi menyeluruh. “Senin nanti akan kami sampaikan data valid agar hasilnya akurat,” tegasnya.

Sementara Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI) angkat bicara terkait anjloknya angka kelulusan siswa SMAN 10 Bandar Lampung pada jalur SNBP 2026. Ketua JPSI, Ichwan, menilai merosotnya prestasi hingga 50% tersebut merupakan alarm keras bagi manajemen sekolah yang dianggap terlalu “pilih kasih” dalam mendukung bakat siswa.

Dalam pernyataan resminya, Ichwan menyoroti lima poin krusial yang menjadi penyebab kemunduran akademik di sekolah tersebut:

JPSI menilai sekolah terlalu jor-joran dalam menyokong kegiatan seperti modeling, menari, dan menyanyi demi mengejar citra luar, namun memberikan dukungan “nyaris nol” bagi siswa di ajang Olimpiade Sains dan kompetisi ilmiah.

Ichwan menduga adanya pergeseran fungsi pada tiga Kelas Unggulan. Ia menyayangkan kelas tersebut ditengarai hanya diperuntukkan bagi siswa yang memiliki penampilan fisik menarik demi kepentingan performansi sekolah.
Efek dari kebijakan tersebut, kata dia siswa yang cerdas secara intelektual namun tidak “tampil secara fisik” justru terlempar ke kelas non-unggulan.

Di sana, mereka minim perhatian dan sering dicap sebagai siswa yang sulit diatur.Berdasarkan temuan di lapangan, siswa yang berminat pada prestasi akademik seringkali harus membayar biaya lomba sendiri dan mencari bimbingan di luar sekolah karena minimnya atensi guru pendamping.

Untuk itu JPSI mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk segera mengaudit kebijakan internal SMAN 10.

“Tugas Utama Sekolah Adalah Mencetak Intelektual. Sekolah jangan hanya mengejar panggung estetik. Jangan sampai siswa yang benar-benar pintar justru terpinggirkan hanya karena mereka tidak pandai berpose atau menari,” tegasnya.

Hingga saat ini, Kepala SMAN 10 Bandar Lampung, Ngimron Rosadi, belum memberikan respons. (Abs/Adza)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *