Example floating
Example floating
NewsRagam

The Real Kartini! Pemetik Teh Malabar Berhasil Sekolahkan Anak Sampai S2, Bukti Tangguhnya SDM PTPN

×

The Real Kartini! Pemetik Teh Malabar Berhasil Sekolahkan Anak Sampai S2, Bukti Tangguhnya SDM PTPN

Share this article
The Real Kartini! Pemetik Teh Malabar Berhasil Sekolahkan Anak Sampai S2, Bukti Tangguhnya SDM PTPN

BERJAYANEWS.COM BANDUNG — Sosok Ibu Kartini (54) menjadi simbol nyata ketangguhan pekerja di lingkungan PTPN I Regional 2.

Selama 24 tahun mengabdi sebagai pemetik teh sejak 2002, Kartini berhasil menunjukkan konsistensi kinerja yang tinggi. Pada Januari 2026, ia mencatatkan total produksi sebesar 9,257 ton pucuk teh, atau rata-rata sekitar 421 kilogram per hari kerja.

Sebuah angka yang membuktikan produktivitas dan disiplin tingkat tinggi.

Pendidikan Anak Jadi Bahan Bakar Semangat

Bagi Kartini, setiap lembar pucuk teh yang ia petik adalah biaya pendidikan. Hasil kerja kerasnya bersama sang suami, Useng, kini membuahkan hasil manis:

Nurdin Cahyadi: Sedang menempuh pendidikan Pascasarjana (S2) Hukum dan kini bekerja di Kementerian Sosial.

Apip Ahmad: Berhasil magang di Taiwan setelah lulus dari Politeknik Negeri Subang.

“Kejujuran dan kerja keras adalah prinsip utama yang saya tanamkan ke anak-anak,” ungkap Kartini.

Harapan di Masa Pensiun

Menjelang masa pensiunnya, Ibu Kartini tidak meminta banyak. Beliau hanya ingin terus sehat dan menyimpan satu mimpi mulia: bisa menunaikan ibadah umrah bersama sang suami tercinta.

Kisah Kartini adalah potret kecil dari ribuan pejuang di Holding Perkebunan Nusantara yang menjadi pondasi utama keberlanjutan bisnis perusahaan sekaligus pahlawan ekonomi bagi keluarga mereka.

Asisten Afdeling Tanara, Saeful Rachmat, menyampaikan bahwa Kartini merupakan salah satu pekerja dengan tingkat disiplin dan dedikasi yang tinggi. Ia dikenal memiliki kehadiran kerja yang konsisten serta kemampuan untuk melampaui target produksi yang ditetapkan.

Semangat kerja Kartini juga tercermin dari upayanya dalam mencari tambahan penghasilan di luar jam kerja. Bersama suaminya, Useng, yang merupakan pensiunan bagian pemeliharaan tanaman, Kartini menjalankan berbagai usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk mendukung biaya pendidikan anak.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Salah satu anaknya, Nurdin Cahyadi, saat ini tengah menempuh pendidikan pascasarjana hukum dan telah bekerja di Kementerian Sosial. Sementara anak lainnya, Apip Ahmad, menjalani program magang di Taiwan setelah menyelesaikan pendidikan di Politeknik Negeri Subang.

Kartini menegaskan bahwa nilai kejujuran dan kerja keras menjadi prinsip utama yang selalu ia tanamkan kepada anak-anaknya sebagai bekal menghadapi kehidupan.

Menjelang masa pensiun, Kartini berharap dapat terus menjaga kesehatan serta menyaksikan perkembangan keluarga ke depan. Ia juga memiliki harapan untuk dapat menunaikan ibadah umrah bersama suami.

Kisah Kartini mencerminkan peran sumber daya manusia sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis perkebunan. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I terus berkomitmen untuk mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *