Penulis: Riza Harani Bangun, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung
Siapa bilang bahasa Prancis hanya digunakan di Paris atau di ruang kelas kursus bahasa asing? Tanpa kita sadari, puluhan kata serapan dari bahasa Prancis telah menyusup ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dari meja makan, salon kecantikan, hingga menu restoran favorit kita.
Fenomena ini bukan sesuatu yang aneh. Sejak abad ke-17 hingga awal abad ke-20, bahasa Prancis adalah bahasa diplomasi, seni, dan budaya dunia. Pengaruhnya menyebar ke berbagai penjuru, termasuk ke Belanda yang kemudian membawa sebagian kata tersebut masuk ke bahasa Indonesia melalui masa kolonial.
Berikut adalah beberapa kata asal Prancis yang mungkin Anda ucapkan hari ini tanpa menyadarinya:
- Di Meja Makan
Restoran— ya kata restoran berasal dari bahasa Prancis restaurant, yang berakar dari kata “restaurer” (memulihkan, menyegarkan kembali). Pertama kali digunakan di Paris pada tahun 1765.
Mayones — Saus favorit yang sering kita oleskan di roti atau burger ini berasal dari kata Prancis “mayonnaise”. Konon namanya diambil dari kota Mahón di Spanyol, namun kata ini masuk ke dunia melalui bahasa Prancis.
Sosis — Kata “saucisse” dalam bahasa Prancis menjadi asal muasal kata “sosis” yang kita kenal.
Omelet — Di banyak tempat makan, kita memesan “omelet”. Kata ini murni berasal dari omelette dalam bahasa Prancis.
- Di Salon dan Dunia Kecantikan
Salon — Tempat kita memotong dan merawat rambut ini namanya diambil langsung dari bahasa Prancis, “salon”, yang berarti ruang besar atau ruang tamu mewah.
Parfum — Kata yang kita gunakan untuk menyebut wewangian ini berasal langsung dari parfum dalam bahasa Prancis.
Kreasi — Kata ini berasal dari “creation” (Prancis), yang artinya penciptaan atau karya baru.
- Di Dunia Mode dan Gaya Hidup
Mode — Kata ‘mode’ yang kita pakai untuk menggambarkan tren terkini berasal langsung dari mode dalam bahasa Prancis, yang berarti cara berpakaian atau gaya.
Aksesori — Berasal dari kata ‘accessoire’, artinya pelengkap.
Kostum — Kata costume dalam bahasa Prancis menjadi ‘kostum’ dalam bahasa Indonesia.
Elegan — Kata sifat ini berasal dari ‘élégant’, sebuah kata Prancis yang menggambarkan kehalusan dan keindahan.
- Dalam Percakapan Sehari-hari
Voila! — Sering kita dengar di acara memasak, presentasi, atau saat seseorang memperlihatkan sesuatu dengan bangga. Kata ini berasal langsung dari bahasa Prancis ‘voilà’, yang berarti “nah, ini dia!”
Déjà vu — Perasaan seperti pernah mengalami sesuatu sebelumnya. Frasa ini sangat lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun media, dan berasal dari bahasa Prancis yang berarti « sudah pernah dilihat ».
Etika — Berasal dari kata ‘éthique’, merujuk pada nilai dan norma perilaku.
- Di Dunia Perhotelan dan Pariwisata
Resepsionis — Dari kata ‘réceptionniste’, orang yang bertugas menyambut tamu.
Brosur — Selebaran informasi wisata atau promosi ini namanya berasal dari ‘brochure’ dalam bahasa Prancis.
Mengapa Ini Penting?
Menelusuri asal-usul kata bukan sekadar urusan akademis. Ini adalah cara kita memahami bagaimana budaya dan peradaban saling bersentuhan dan memengaruhi satu sama lain sepanjang sejarah. Bahasa adalah bukti hidup dari perjalanan panjang interaksi antar bangsa.
Jadi, lain kali Anda memesan omelette di warung sarapan pagi, duduk santai di salon, atau terkena déjà vu saat menonton film, ingatlah bahwa Anda sedang menyentuh sedikit warisan budaya Prancis tanpa harus terbang ke Paris sekalipun.
C’est la vie — begitulah kehidupan. (*)
5 Alasan Generasi Muda Indonesia Mulai Melirik Bahasa Prancis
Oleh Riza Harani Bangun, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung
Di tengah dominasi bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, bahasa Prancis mulai kembali menarik perhatian generasi muda Indonesia. Tidak hanya dianggap sebagai bahasa romantis, bahasa ini juga menawarkan banyak peluang di bidang pendidikan, karier, hingga budaya. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat pelajar dan mahasiswa untuk mempelajari bahasa Prancis, baik secara formal di kampus maupun melalui kursus mandiri.
Berikut lima alasan mengapa generasi muda Indonesia mulai melirik bahasa Prancis:
- Peluang Studi ke Luar Negeri yang Lebih Terbuka
Prancis dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan berkualitas tinggi. Banyak universitas di Prancis menawarkan program dengan biaya yang relatif terjangkau, bahkan beberapa di antaranya menyediakan beasiswa bagi mahasiswa internasional. Kemampuan berbahasa Prancis menjadi nilai tambah yang signifikan bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke Eropa.
- Nilai Tambah di Dunia Kerja
Di era globalisasi, kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa asing menjadi keunggulan kompetitif. Bahasa Prancis digunakan di lebih dari 30 negara di dunia dan menjadi Bahasa resmi di 29 negara sehingga membuka peluang karier di perusahaan multinasional, organisasi internasional, hingga sektor pariwisata dan diplomasi. Generasi muda melihat ini sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan mereka.
- Akses ke Budaya dan Sastra Dunia
Bahasa Prancis merupakan pintu masuk ke dunia seni, sastra, dan filsafat yang kaya. Banyak karya klasik hingga kontemporer yang lebih autentik jika dinikmati dalam bahasa aslinya. Ketertarikan pada film, musik, dan literatur Prancis juga mendorong generasi muda untuk mempelajari bahasanya secara lebih mendalam.
- Tren Belajar Bahasa Asing yang Semakin Populer
Belajar bahasa asing kini menjadi bagian dari gaya hidup produktif di kalangan anak muda. Media sosial turut berperan dalam mempopulerkan bahasa Prancis melalui konten edukatif yang menarik dan mudah diakses. Hal ini membuat bahasa Prancis terasa lebih dekat dan tidak lagi dianggap sulit atau eksklusif.
- Dukungan Institusi Pendidikan dan Kebudayaan
Minat terhadap bahasa Prancis di Indonesia juga didukung oleh kehadiran berbagai institusi pendidikan dan kebudayaan. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah membuka program studi bahasa Prancis serta menjalin kerja sama akademik dengan institusi dari negara-negara Frankofon.
Selain itu, keberadaan Alliance Française (AF) di beberapa kota di Indonesia seperti di Medan, Bali, Semarang dan Makassar turut memperluas akses pembelajaran bahasa dan budaya Prancis melalui kursus, ujian sertifikasi, serta kegiatan budaya. Dukungan serupa juga diberikan oleh Institut Français d’Indonésie (IFI) yang aktif menyelenggarakan program kebudayaan, pendidikan, dan promosi bahasa Prancis di Indonesia. Kehadiran kedua institusi ini membuat generasi muda memiliki lebih banyak ruang untuk mengenal dan mempelajari bahasa Prancis secara profesional.
Meningkatnya minat generasi muda terhadap bahasa Prancis menunjukkan adanya pergeseran pola pikir yang lebih global dan terbuka. Bahasa bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi juga jembatan menuju peluang yang lebih luas. Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, tidak heran jika bahasa Prancis kini semakin diminati di Indonesia.










