BERJAYANEWS.COM, – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung kembali menorehkan prestasi dengan mendapat kepercayaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI sebagai salah satu Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Seleksi Beasiswa Kerajaan Maroko Tahun 2026.
Melalui UPT Pusat Pengembangan Bahasa, UIN RIL menjadi satu dari 16 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang ditunjuk menyelenggarakan proses seleksi nasional tersebut.
Kepala UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN RIL, Dr. H. Nadirsah Hawari, Lc., M.A., mengatakan penunjukan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kualitas layanan akademik dan pengembangan bahasa asing yang dimiliki kampus. Menurutnya, UIN Raden Intan Lampung siap melaksanakan seleksi secara profesional, transparan, dan berkualitas bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke Maroko.
Program Beasiswa Kerajaan Maroko merupakan hasil kerja sama Moroccan Agency for International Cooperation (AMCI) dengan Kementerian Agama RI. Pada tahun 2026 tersedia 50 kuota beasiswa bagi pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan jenjang Strata Satu (S1) di berbagai perguruan tinggi di Maroko. Seleksi terbuka bagi lulusan Madrasah Aliyah, Pendidikan Diniyah Formal Ulya/Satuan Pendidikan Muadalah, serta SMA/SMK sederajat lulusan tahun 2025 dan 2026.
Proses seleksi dilakukan melalui Computer Based Test (CBT) kemampuan bahasa Arab secara daring dan dilanjutkan dengan wawancara tatap muka di perguruan tinggi penyelenggara yang dipilih peserta. Materi wawancara meliputi hafalan Al-Qur’an minimal satu juz, qiraatul kutub, wawasan keislaman, serta kebangsaan. Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi program dengan melengkapi dokumen administrasi yang dipersyaratkan.
Nadirsah berharap pelaksanaan seleksi di UIN Raden Intan Lampung dapat berjalan lancar sekaligus membuka peluang lebih luas bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Timur Tengah. Ia menilai kepercayaan dari Kementerian Agama tersebut menjadi bukti bahwa UIN RIL terus dipercaya menjadi bagian dari penyelenggaraan program-program strategis berskala nasional. (*)












