Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Tak Mau Sekadar Partai di Atas Kertas, Wawan Tohir Balaw Pimpin Konsolidasi Besar PRI Lampung Jelang Pemilu 2029 Sisir Kesiapan DPC Kabupaten/Kota

×

Tak Mau Sekadar Partai di Atas Kertas, Wawan Tohir Balaw Pimpin Konsolidasi Besar PRI Lampung Jelang Pemilu 2029 Sisir Kesiapan DPC Kabupaten/Kota

Share this article
Ketua DPD PRI Lampung, Wawan Tohir Balaw, S.E., M.Si., memimpin langsung safari politik maraton dari tanggal 29 Juni sampai 5 Juli 2026 buat keliling menyambangi DPC PRI di seluruh kabupaten/kota se-Lampung

BERJAYANEWS.COM,- Bandar Lampung – Jauh sebelum tahapan Pemilu 2029 bergulir, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Provinsi Lampung mulai menggerakkan mesin politiknya.

Di bawah komando Ketua DPD PRI Lampung, Wawan Tohir Balaw, S.E., M.Si., partai memilih bergerak lebih awal dengan menyisir seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di kabupaten dan kota untuk memastikan organisasi benar-benar siap menghadapi verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Langkah tersebut diwujudkan melalui road show konsolidasi yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 5 Juli 2026. Bukan sekadar agenda silaturahmi, kunjungan maraton itu menjadi momentum bagi DPD PRI Lampung melakukan audit organisasi dari tingkat daerah, mulai dari keabsahan kepengurusan, kesiapan sekretariat, hingga kelengkapan administrasi partai.

Rombongan DPD mengawali perjalanan dari Bandar Lampung sebelum melanjutkan konsolidasi ke Kota Metro, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, Mesuji, dan menutup rangkaian kegiatan di Lampung Selatan.

Dalam road show tersebut, Wawan didampingi Sekretaris DPD PRI Lampung Ir. Indra Bhaskara dan Bendahara Berly Yudiansyah, S.H., M.H.

Kehadiran jajaran pengurus inti menunjukkan bahwa konsolidasi kali ini bukan agenda simbolis, melainkan bagian dari strategi memperkuat fondasi organisasi menjelang tahapan politik nasional.

Menurut Wawan, DPD PRI Lampung sengaja turun langsung ke daerah untuk memastikan struktur partai benar-benar hidup dan bekerja, bukan hanya tercatat dalam dokumen administrasi.

“Kami ingin memastikan kepengurusan PRI di setiap kabupaten dan kota benar-benar ada, aktif, dan bekerja. Jangan sampai hanya ada nama di atas kertas. Ketua, sekretaris, bendahara hingga seluruh pengurus harus nyata keberadaannya dan menjalankan roda organisasi,” ujar Wawan, Sabtu (4/7/2026).

Ia menegaskan, konsolidasi tersebut sekaligus menjadi proses verifikasi internal sebelum menghadapi verifikasi resmi dari KPU.

“Kami ingin memastikan seluruh pengurus siap bekerja, saling berkoordinasi, dan memiliki komitmen membesarkan partai. Ini menjadi bekal penting menghadapi verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual KPU,” tegasnya.

Tak berhenti pada struktur kepengurusan, DPD PRI Lampung juga mengecek langsung keberadaan kantor sekretariat DPC di setiap daerah. Mulai dari papan nama partai, kelengkapan administrasi, hingga fasilitas pendukung organisasi menjadi bagian dari pemeriksaan.

“Sekretariat harus benar-benar ada dan berfungsi. Administrasi organisasi harus tertib karena itulah yang akan menjadi wajah kesiapan partai menghadapi seluruh tahapan Pemilu 2029,” katanya.

Wawan menilai konsolidasi sejak dini merupakan investasi politik yang harus dilakukan jika partai ingin tampil kompetitif pada Pemilu 2029.

“Target kami jelas. Seluruh kepengurusan harus solid, administrasi harus lengkap, sekretariat harus siap, dan kader bergerak dalam satu barisan. Dengan kerja kolektif seperti ini, kami optimistis PRI memenuhi seluruh persyaratan dan menjadi peserta Pemilu 2029,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PRI Lampung Ir. Indra Bhaskara menegaskan bahwa road show tersebut merupakan bagian dari pembenahan organisasi secara menyeluruh, bukan sekadar memenuhi agenda internal partai.

Menurutnya, seluruh DPC harus memiliki standar administrasi yang sama agar tidak menemui kendala saat memasuki tahapan verifikasi.

“Kami ingin memastikan seluruh DPC memiliki administrasi yang tertib dan lengkap. Kepengurusan harus valid, dokumen organisasi tersusun rapi, sekretariat berfungsi, dan komunikasi antara DPD dengan DPC berjalan efektif. Ketika KPU membuka tahapan verifikasi, kami ingin seluruh DPC sudah siap,” kata Indra.

Ia menambahkan, kekuatan partai politik tidak hanya diukur dari besarnya dukungan, tetapi juga dari kemampuan membangun organisasi yang disiplin, profesional, dan akuntabel.

“Karena itu kami membangun budaya organisasi yang tertib sejak sekarang. Struktur harus kuat, administrasi harus rapi, dan seluruh kader harus memahami arah perjuangan partai. Dengan fondasi organisasi yang kokoh, PRI Lampung optimistis mampu menghadapi seluruh tahapan Pemilu 2029,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *