WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan menginginkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menduduki posisi tertinggi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) berikutnya.
Laporan mengejutkan yang diwartakan New York Post ini mengungkapkan bahwa dorongan Trump muncul seiring makin dekatnya hubungan kedua tokoh tersebut, terutama pasca-penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Dinilai Mampu Persatukan Dunia
Seorang sumber internal yang dekat dengan Trump membeberkan bahwa mantan pengusaha real estat itu meyakini Infantino memiliki kapasitas unik untuk merangkul berbagai pihak di panggung internasional.
“Trump menilai Infantino dihormati oleh semua pihak di dunia dan memiliki kemampuan khusus untuk mempersatukan orang,” ungkap sumber tersebut.
Hubungan erat keduanya bukan hal baru. Pada Desember 2025 lalu, Infantino bahkan menganugerahkan Peace Prize (Hadiah Perdamaian) perdana FIFA khusus kepada Trump.
Peluang di Tengah Kandidat Lemah
Masa jabatan Sekjen PBB saat ini, António Guterres, akan berakhir pada Desember 2026. Trump dinilai melihat celah besar karena jajaran kandidat Sekjen PBB yang ada saat ini dianggap kurang meyakinkan.
Beberapa nama yang masuk bursa antara lain mantan Presiden Chile Michelle Bachelet—yang berpotensi ditolak AS karena latar belakang sosialisnya—serta Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi asal Argentina yang berisiko dijegal veto Inggris akibat sengketa Kepulauan Falkland.
Kendati demikian, jalan Infantino menuju kursi Sekjen PBB tidaklah mudah. Ia harus meraih dukungan dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB tanpa terkena veto dari lima negara anggota tetap, sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh Majelis Umum PBB. (*)












