Jaga Laut Tetap Lestari, DKP Lampung dan Dinas Perikanan Tulang Bawang Sosialisasikan Pembentukan Pokmaswas di Teladas

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung bersama Dinas Perikanan Kabupaten Tulang Bawang menggelar sosialisasi pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) di Kampung Teladas, Kecamatan Dente Teladas, Rabu (2/9/2026).

TULANG BAWANG — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan perairan terus didorong. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung bersama Dinas Perikanan Kabupaten Tulang Bawang menggelar sosialisasi pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) di Kampung Teladas, Kecamatan Dente Teladas, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman salah satu warga, Bapak Arpan, tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para nelayan. Antusiasme warga terlihat selama sosialisasi yang membahas pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan sumber daya perikanan.

Dari DKP Provinsi Lampung, kegiatan dihadiri Cici Anggara, S.Pi., M.P. dan Budi. Sementara dari Dinas Perikanan Tulang Bawang hadir Zulfikar, S.Pi.

Sosialisasi juga melibatkan NJO EDF yang diwakili Gusmarwan sebagai pembicara, serta Mitra Bantala. Turut hadir Ketua HNSI Kabupaten Tulang Bawang Aprina, Sekretaris Kampung Teladas, serta sejumlah aparatur kampung.

Dalam pemaparannya, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan perairan, termasuk menghindari penggunaan alat tangkap yang berpotensi merusak ekosistem dan mengancam keberlanjutan sumber daya ikan.

Pembentukan Pokmaswas diharapkan dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap lingkungan perairan di wilayah mereka. Dengan keterlibatan masyarakat, upaya menjaga laut dan sumber daya perikanan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama.

Masyarakat Kampung Teladas menyambut baik kegiatan tersebut. Warga menilai sosialisasi pembentukan Pokmaswas memiliki tujuan yang positif karena dapat meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong masyarakat nelayan untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

Antusiasme warga menjadi modal penting dalam membangun pengawasan berbasis masyarakat, sehingga sumber daya perikanan dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk generasi mendatang. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *