MESUJI, LAMPUNG — Tim SAR Gabungan menemukan Rifki Ardianto, 23, anggota Polri berpangkat Bripda yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga terjatuh dari kapal saat berlayar di perairan Sungai Mesuji, Kabupaten Mesuji, Lampung. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (11/9) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban ditemukan setelah Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran pada hari kedua operasi pencarian. Lokasi penemuan berada di koordinat 3°9’39,179″ LS dan 105°27’11,343″ BT atau sekitar 4,5 kilometer dari titik korban diduga terjatuh.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung Deden Ridwansah yang diwakili oleh Komandan Pos SAR Tulang Bawang Feriansyah Putra mengatakan, pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan briefing dan koordinasi seluruh unsur SAR gabungan. Setengah jam kemudian, tim bergerak melakukan penyisiran sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.
“Sekitar pukul 10.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak kurang lebih 4,5 kilometer dari lokasi korban diduga terjatuh. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Sumatera Selatan,” ujar Fery.
Menurut dia, pencarian terhadap korban menghadapi sejumlah kendala, antara lain kondisi Sungai Mesuji yang cukup luas dengan lebar sekitar 70 meter serta jaringan komunikasi yang tidak stabil. Selain itu, tidak terdapat saksi yang secara langsung melihat saat korban terjatuh dari kapal.
Meski demikian, Tim SAR Gabungan terus memperluas penyisiran dengan mengoptimalkan personel dan peralatan yang tersedia hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
Operasi tersebut melibatkan personel Pos SAR Tulang Bawang, Polres Mesuji, TNI AL, Satpolairud OKI, BPBD Mesuji, jajaran kepolisian setempat, kru kapal, serta masyarakat. Sejumlah peralatan turut dikerahkan, antara lain perahu karet bermotor, Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), peralatan selam, alat komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Rifki diketahui merupakan anggota Polri berusia 23 tahun yang beralamat di Banyuasin, Sumatera Selatan. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal ketika berlayar di perairan Sungai Mesuji.
“Dengan ditemukannya korban, seluruh rangkaian operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian,” pungkas Fery. (***)


