BANDAR LAMPUNG — Menjaga persatuan tidak cukup hanya dengan mengucapkan Pancasila. Nilai-nilainya perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, dan bangga menggunakan produk dalam negeri.
Pesan itu disampaikan anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, saat kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) bersama puluhan warga di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Minggu (11/10/2026).
Dedi menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah masyarakat yang memiliki beragam agama, keyakinan, dan latar belakang.
Menurutnya, perbedaan seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis, bukan alasan untuk memecah persaudaraan.
“Pancasila harus menjadi pedoman kita dalam menjaga kerukunan, menghormati perbedaan agama dan keyakinan, serta membangun kehidupan yang harmonis,” ujar Dedi.
Ia juga mengingatkan bahwa persatuan merupakan salah satu kekuatan bangsa dalam merebut kemerdekaan. Semangat tersebut, kata dia, perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan.
Tak hanya soal kerukunan, Dedi turut mengajak masyarakat menunjukkan kecintaan terhadap Tanah Air melalui pilihan sehari-hari, salah satunya dengan menghargai dan menggunakan produk lokal, termasuk makanan tradisional Indonesia.
Baginya, kebanggaan terhadap produk dalam negeri menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kekayaan dan potensi bangsa.
Dedi berharap kegiatan PIP-WK tidak sekadar menjadi ruang untuk mendengarkan materi, tetapi juga mendorong warga menerapkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Ia meminta peserta membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada anak-anak, tetangga, dan kerabat agar pemahaman tentang Pancasila tidak berhenti pada kegiatan tersebut.
“Jangan sampai kita pulang tidak membawa bekal ilmu. Tolong didengarkan, sehingga apa yang disampaikan bisa menjadi bekal dan dibagikan kepada anak, tetangga, maupun saudara,” pesannya.
Penguatan nilai Pancasila, menurut Dedi, perlu terus dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air, mempererat persaudaraan, serta mendorong masyarakat berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)











