Bandar Lampung – Seorang pejabat legislatif di Kabupaten Pesawaran berinisial R dikabarkan terseret dugaan persoalan administrasi kendaraan yang disebut terjadi saat masih bekerja di salah satu perusahaan dealer mobil berinisial LBUM di Bandar Lampung pada kurun waktu 2019–2020.
Informasi tersebut diperoleh BerjayaNews dari narasumber yang mengaku mengetahui persoalan tersebut.
“Dia dulu bekerja di sana. Ada dugaan penggelapan terkait pengurusan STNK, nilainya sekitar Rp11 miliar,” ujar narasumber kepada BerjayaNews melalui pesan WhatsApp.
Untuk menelusuri informasi tersebut, wartawan BerjayaNews mendatangi lingkungan tempat R pernah bekerja dan menemui seorang narasumber lain yang mengaku mengetahui persoalan tersebut.
Menurut narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, R saat itu bukan berstatus sebagai tenaga penjualan (sales).
“Setahu saya dia bukan sales. Posisi terakhirnya di bagian administrasi, sempat menjadi kepala administrasi. Memang dia juga ikut mencari penjualan, tetapi tugas utamanya bukan sebagai sales,” ujarnya.
Narasumber tersebut menduga persoalan yang dimaksud berkaitan dengan pengurusan administrasi kendaraan baru, termasuk pembayaran pajak dan penyelesaian dokumen kendaraan. Namun, dugaan tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi melalui dokumen resmi maupun keterangan dari pihak perusahaan.
Menurut narasumber, setelah R tidak lagi bekerja, mulai bermunculan keluhan dari sejumlah konsumen terkait pengurusan dokumen kendaraan yang disebut belum tuntas.
“Masalahnya baru mencuat setelah dia resign,” jelasnya
Sumber tersebut juga mengklaim sejumlah pegawai yang sebelumnya bekerja bersama R telah mengundurkan diri karena khawatir ikut terseret dalam persoalan tersebut.
Selain itu, ia menyebut dugaan kerugian yang timbul akibat persoalan tersebut pada akhirnya ditanggung oleh perusahaan.
Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen maupun dikonfirmasi kepada manajemen LBUM.
Menurut narasumber, pihak yang paling mengetahui persoalan tersebut adalah para konsumen yang mengaku mengalami kendala dalam penyelesaian dokumen kendaraan.
“Kalau mau memastikan, sumber utamanya ya para konsumennya sendiri. Masih ada yang mengaku urusannya belum selesai,” ujarnya.
R Bantah Seluruh Tuduhan
BerjayaNews telah menghubungi R meminta tanggapan atas informasi yang disampaikan para narasumber. R membantah seluruh tuduhan tersebut dan mempertanyakan kredibilitas sumber yang dijadikan dasar pemberitaan.
“Ditanyakan saja ke sumbernya. Kok malah sumbernya dirahasiakan, berarti ada apa? Berani tidak diajak bertemu dengan saya atau dengan pihak perusahaan yang merasa dirugikan?” ujar R.
Ia meminta agar tidak ada pihak yang menjatuhkan nama baiknya berdasarkan informasi yang menurutnya belum jelas kebenarannya.
“Jangan menjatuhkan dengan sumber-sumber yang belum jelas. Konsumen itu beli ke dealer, bukan beli ke saya. Jangan fitnah begitu,” tegasnya.
R menegaskan apabila dirinya benar melakukan penggelapan, menurutnya tentu sudah ada proses hukum yang berjalan.
“Kalau saya menggelapkan uang, saya sudah dilaporkan. Suruh sumber itu buktikan,” katanya.
R mengingatkan agar media tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pemberitaan.
“Sebagai media yang baik, apa kita begitu? Kita punya keluarga. Jangan menjatuhkan kalau sumber belum jelas. Kasihan hidup orang yang difitnah,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, R kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan.
“Ditanyakan saja kepada pihak yang bersangkutan. Saya pastikan tidak ada,” tandasnya
Menurut R, dalam beberapa hari terakhir dirinya menjadi sasaran berbagai pemberitaan dengan narasi yang berbeda-beda. Ia pun meminta media tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.
BerjayaNews juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari manajemen LBUM guna mendapatkan penjelasan atas informasi yang berkembang.
Apabila terdapat tanggapan resmi dari pihak perusahaan, berita ini akan diperbarui sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik. (*)












