Example floating
Example floating
Bandar Lampung

RSUD Abdul Moeloek Buka Suara Terkait Pelayanan IGD: Tegaskan Penanganan Sesuai Prosedur Medis

×

RSUD Abdul Moeloek Buka Suara Terkait Pelayanan IGD: Tegaskan Penanganan Sesuai Prosedur Medis

Share this article
RSUD Abdul Moeloek Buka Suara Terkait Pelayanan IGD: Tegaskan Penanganan Sesuai Prosedur Medis

BERJAYANEWS.COM — Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Abdul Moeloek Lampung memastikan bahwa penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan tahapan medis yang berlaku.

Penegasan ini sekaligus mengklarifikasi keluhan masyarakat terkait adanya tudingan lambatnya pelayanan di garda terdepan rumah sakit rujukan utama tersebut.

Pihak rumah sakit menyatakan bahwa proses yang terkesan memakan waktu di IGD sebenarnya merupakan fase krusial dalam dunia penanganan medis, yakni observasi ketat, pemeriksaan penunjang, hingga koordinasi bersama Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) demi keselamatan pasien.

Motto “Bekerja dengan Hati, Melayani dengan Cinta, Bergerak Bersama, Berkembang Bersama” tetap menjadi komitmen utama, di mana ketepatan diagnosis dan keselamatan pasien ditempatkan di atas segalanya.

Untuk meluruskan persepsi publik, staff IGD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek memberikan rincian data dan kronologi penanganan salah satu pasien, Sumarni (60), yang sebelumnya dikabarkan sempat tertahan lama di IGD.

Berdasarkan data rekam medis resmi dengan nomor 30027632, pasien masuk registrasi pada pukul 11.24 WIB dan langsung mendapatkan penanganan tim medis.

Begitu masuk, pasien langsung divisit oleh dokter jaga dan perawat IGD untuk pemeriksaan awal.
Dari hasil pemeriksaan, pasien mengeluhkan badan lemas, sempoyongan, pandangan berputar, serta mual dan muntah yang sudah diderita selama dua minggu.

Pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV) menunjukkan tekanan darah pasien cukup tinggi, yakni 166/87 mmHg, denyut nadi 94 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, dan saturasi oksigen (SpO²) normal di angka 98%. Tim dokter kemudian mendiagnosis pasien mengalami Vertigo dan Vomitus.

Menepis tudingan bahwa pasien hanya dibiarkan dengan cairan infus, data medis mencatat serangkaian tindakan penanganan yang langsung diberikan secara bertahap.

Tim medis melakukan pemasangan cairan intravenous (ivfd RL) 20 tpm untuk mengatasi dehidrasi akibat muntah, memberikan injeksi Ranitidin 1 ampul untuk menekan mual, memberikan Paracetamol 500 mg, serta melakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium.

Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa waktu tunggu yang dialami pasien terjadi karena tim medis harus menunggu hasil laboratorium keluar secara akurat.

Langkah ini sangat penting sebelum mengambil keputusan klinis berikutnya. Begitu hasil laboratorium selesai, dokter jaga IGD langsung berkonsultasi dengan DPJP Dokter Spesialis Saraf.

Menindaklanjuti keluhan pandangan berputar dan tensi yang tinggi, dokter spesialis memberikan instruksi untuk segera dilakukan tindakan CT scan kepala guna mengantisipasi adanya gangguan serius pada otak.

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan penunjang komprehensif tersebut selesai dilakukan demi memastikan keamanan pasien, barulah pasien dipindahkan ke ruang perawatan.

Saat ini, pasien Sumarni dilaporkan sudah berada di ruang rawat inap Bogenville Lantai 2 untuk menjalani perawatan lanjutan.

Manajemen menegaskan bahwa seluruh proses tersebut dilakukan demi memberikan pelayanan yang komprehensif dan akurat, bukan karena kelalaian.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *