BERJAYANEWS.COM,- Empat mahasiswa Program Doktor Ekonomi Syariah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (UIN RIL) menorehkan prestasi di kancah global dengan mempresentasikan hasil riset mereka dalam International Multidisciplinary Academic Studies Conference (IMAS) 2026 yang diselenggarakan Titu Maiorescu University, Rumania, pada 15 Mei 2026.
Forum ilmiah internasional tersebut mengangkat tema Emerging Challenges and Innovations in Law, Economics, and Health in the Digital Era.
Keempat mahasiswa yang tampil sebagai presenter, yakni Siti Maisaroh, Slamet Tedy Siswoyo, Zulaikah, dan Muhammad Kurniawan, memaparkan hasil penelitian pada sesi Economic Sciences. Seluruh riset merupakan kolaborasi antara mahasiswa doktoral dengan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) serta Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung. Topik yang diangkat meliputi penguatan ekosistem halal, ekonomi syariah, sertifikasi halal, rantai pasok, ESG, hingga konsep green waqf untuk keberlanjutan lingkungan.
Partisipasi tersebut menjadi bukti kontribusi akademik UIN Raden Intan Lampung dalam forum internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara. Menariknya, dua presenter, yakni Zulaikah dan Muhammad Kurniawan, juga merupakan dosen FEBI UIN RIL yang aktif mengembangkan riset di bidang ekonomi syariah.
Tak hanya mahasiswa, Direktur Pascasarjana UIN RIL, Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A., juga mendapat kehormatan sebagai plenary speaker dalam konferensi tersebut. Ia mempresentasikan materi bertajuk Enhancing Economic Competitiveness Through Halal Tourism: A Global Perspective, yang mengulas potensi wisata halal sebagai penggerak daya saing ekonomi kawasan ASEAN di tengah era transformasi digital.
Keikutsertaan dosen dan mahasiswa dalam IMAS 2026 semakin menegaskan komitmen UIN Raden Intan Lampung untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus mendorong lahirnya riset-riset berkualitas yang mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ekonomi syariah dan industri halal di tingkat global. (*)












