BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 2.185 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mengikuti Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Transformatif Tahun 2026 yang digelar secara hybrid di Ruang Teater Gedung Academic & Research Center UIN RIL, Selasa (21/7/2026).
Dalam pembukaan pembekalan menjelang penerjunan ke lokasi KKN pada 1 Agustus 2026 mendatang, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin, M.Ag., Ph.D., memberikan pesan tajam dan mendalam. Ia mengingatkan para mahasiswa agar tidak bersikap jumawa saat turun ke tengah masyarakat.
“Masyarakat Adalah Guru Kehidupan”
Rektor menegaskan bahwa KKN merupakan wahana pengujian ilmu, karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial, bukan ajang untuk memamerkan keahlian akademik secara sepihak.
“Jangan cepat-cepat membusungkan dada. Datanglah ke masyarakat, pelajari potensi yang ada, pahami tantangan yang sedang dihadapi, kemudian pikirkan solusi yang bisa kita berikan bersama. Masyarakat adalah guru kehidupan,” tegas Prof. Wan Jamaluddin di hadapan ribuan peserta.
Ia juga meminta mahasiswa mengurangi interaksi dengan layar ponsel dan lebih banyak membaur serta mendengarkan aspirasi warga lokal.
Bawa Tema Ketahanan Pesisir dan Ekonomi Hijau
KKN Transformatif 2026 ini mengusung tema Gerakan Kolaborasi Kampus dan Kota untuk Membangun Bandar Lampung yang Berkelanjutan melalui Penguatan Ketahanan Pesisir, Pengembangan Ekowisata Perkotaan, Ekonomi Hijau, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan.
Fokus kawasan pesisir ini sejalan dengan rencana strategis UIN RIL yang ke depan bakal mengembangkan fakultas berbasis keilmuan kemaritiman.
Bukan Superman, Tapi Superteam
Menutup arahannya, Prof. Wan Jamaluddin mewanti-wanti mahasiswa agar tidak bekerja secara individualistis dan mengabaikan dampak sosial.
“Hari ini bukan zamannya superman, yang dibutuhkan adalah superteam. Kesuksesan KKN diukur dari seberapa baik kalian bekerja sama. Jangan hanya meninggalkan laporan administrasi, tapi tinggalkan perubahan nyata yang dirasakan warga,” pungkasnya.
Selama dua hari pembekalan, para mahasiswa dibekali materi strategis mulai dari problematika pembangunan wilayah pesisir oleh Bapperida Bandar Lampung, ekonomi sirkular, tata kelola kawasan hijau, sertifikasi halal UMKM, pencegahan kekerasan seksual, hingga moderasi beragama. (*)












