BERJAYANEWS.COM — Memasuki bulan suci Ramadan, emak-emak dan warga pemburu takjil berbuka puasa mulai ‘menginvasi’ sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bandarlampung. Mengantisipasi arus lalu lintas yang berpotensi mandek alias macet parah akibat aktivitas pasar kaget ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung langsung mengambil langkah cepat dengan menerjunkan personel di titik-titik rawan kemacetan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kepadatan kendaraan mulai mengular pada sore hari menjelang azan Magrib. Dua titik paling ‘panas’ yang disorot petugas berada di kawasan Jalan Dokter Susilo—pusat perkantoran yang disesaki pedagang musiman—serta area Pasar Way Halim. Bahu jalan yang menyempit disulap jadi lapak jajanan pasar, membuat ruang gerak si roda dua maupun roda empat kian terbatas.
Mencegah kendaraan saling kunci dan lalu lintas lumpuh total, Dishub bergerak tak sendirian.
“Kami telah berkoordinasi dengan Polresta Bandarlampung untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di lokasi keramaian pedagang takjil,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, Rabu (11/3/2026).
Petugas berseragam biru tersebut disebar di jam-jam krusial, yakni menjelang waktu berbuka, untuk membantu memurai arus kendaraan yang menumpuk. Para pengguna jalan juga diwanti-wanti agar tidak asal tancap gas dan selalu ekstra waspada saat melintasi kawasan yang dipenuhi pejalan kaki.
Dishub menegaskan, penyiagaan personel ini bukan untuk menggusur rezeki para pedagang kecil, melainkan agar roda ekonomi warga dan kelancaran mobilitas lalu lintas bisa beriringan tanpa ada yang dirugikan.
“Langkah pengaturan ini dilakukan agar aktivitas pedagang tetap berjalan dan pengguna jalan tetap merasa aman saat melintas,” imbau Socrat.
Dengan adanya penjagaan ketat dari petugas gabungan, diharapkan warga bisa berburu takjil dengan nyaman, sementara pengendara jalan tetap bisa melintas tanpa perlu gigit jari terjebak macet panjang.
(*)










