BERJAYANEWS.COM — Aroma busuk nan menyengat yang dihirup warga sekitar akhirnya membongkar tabir nestapa di dalam salah satu kamar kos-kosan. Hal ini membuat warga Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung mendadak geger hebat pada Minggu (2/8/2026) malam.
Sesosok jasad pria paruh baya ditemukan sudah terbujur kaku tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan membusuk di atas sofa. Belakangan terungkap, korban adalah Sabto Wibowo (52), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif yang sehari-hari mengabdi di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, korban yang merupakan warga Jalan Prajurit II, Kelurahan Tanjung Baru, Kecamatan Kedamaian tersebut diduga kuat sudah menghembuskan napas terakhir sekitar tiga hari sebelum akhirnya ditemukan.
Awal terbongkarnya peristiwa tragis ini bermula saat para tetangga kos mencium bau busuk menyengat dari dalam kamar kos korban. Merasa ada yang tidak beres, warga melaporkan temuan tersebut kepada Ketua RT yang kemudian diteruskan ke Bhabinkamtibmas Polsek Sukarame.
Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Sukarame bersama Tim Inafis Polresta Bandar Lampung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi. Begitu pintu kamar berhasil dibuka, petugas mendapati korban tergeletak terlentang di atas sofa dengan kondisi sudah membusuk.
Kapolsek Sukarame, Kompol HD Pandiangan, membenarkan adanya penemuan jenazah abdi negara tersebut.
“Kami bersama anggota datang ke lokasi, kemudian menghubungi petugas Inafis Polresta Bandar Lampung untuk melakukan identifikasi,” ujarnya.
Dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi, pihak kepolisian menduga korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari akibat menderita sakit.
“Belum diketahui apa penyebab meninggalnya SW, namun dari kondisi dan keterangan beberapa saksi, dugaan sementara karena sakit,” kata HD Pandiangan.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban tinggal seorang diri di kamar kos tersebut. Rekan kerjanya, Nano, mengaku terakhir bertemu korban pada Kamis (30/7/2026) sepulang dari perjalanan dinas ke Kelumbayan, Kabupaten Pesawaran.
Sebelumnya, pada Senin (27/7/2026) korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya, namun masih tetap beraktivitas seperti biasa. Setelah mampir ke rumah Nano hingga usai Magrib, korban pulang ke kos dan tidak lagi diketahui keberadaannya hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban berupa dompet berisi uang tunai Rp 500 ribu, KTP, kartu BPJS, SIM C, NPWP, dua unit telepon genggam Android, satu unit laptop, serta sepeda motor Yamaha Aerox bernomor polisi BE 5417 YE.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD Abdul Moeloek untuk dilakukan visum luar.
“Kami sudah menghubungi pihak keluarga. Keluarga menyatakan tidak berkenan dilakukan autopsi dan hanya bersedia dilakukan visum luar,” tutup HD Pandiangan.
(*)
