Example floating
Example floating
Pendidikan & Sosial

UIN Raden Intan Lampung & UIN FAS Bengkulu Kolaborasi Bidik Riset hingga Pusat Studi Kebencanaan!

×

UIN Raden Intan Lampung & UIN FAS Bengkulu Kolaborasi Bidik Riset hingga Pusat Studi Kebencanaan!

Share this article
UIN Raden Intan Lampung dan UIN Bengkulu Perkuat Kolaborasi, Bidik Riset hingga Pusat Studi Kebencanaan

BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung dan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu memperkuat kerja sama kelembagaan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Selasa (30/6/2026).

Penandatanganan berlangsung di Ruang Sidang Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung. MoU ditandatangani Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN RIL, Bambang Budiwiranto, Ph.D., mewakili Rektor Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., bersama Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Prof. Dr. KH. Khairuddin, M.Ag.

Bambang Budiwiranto menegaskan, kesepakatan tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan yang telah terbangun antara kedua perguruan tinggi. Ia berharap MoU dan PKS segera diterjemahkan menjadi program konkret yang mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

“Kita berharap MoU ini menjadi working MoU, bukan sleeping MoU. Jadi tidak hanya berhenti pada penandatanganan di atas kertas, tetapi benar-benar melahirkan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi kedua perguruan tinggi,” ujarnya.

Sejumlah program potensial turut dibahas, mulai dari penguatan jejaring akademik, pertukaran dosen melalui program guest lecturer, berbagi pengalaman tata kelola perguruan tinggi, hingga pengembangan pusat studi kebencanaan.

Bambang juga membuka peluang kolaborasi terkait pengembangan Fakultas Kedokteran yang tengah difinalisasi UIN RIL. Menurutnya, proses pendirian fakultas tersebut dapat menjadi ruang berbagi pengalaman dengan perguruan tinggi lain.

Kerja sama juga dapat diarahkan pada pengembangan perpustakaan. UIN FAS Bengkulu yang memiliki pengalaman dalam akreditasi perpustakaan dinilai dapat menjadi mitra berbagi praktik baik bagi UIN RIL yang tengah mempersiapkan proses serupa.

Gagas Pusat Studi Kebencanaan PTKIN Sumatera

Bambang turut mendorong perluasan program guest lecturer antarsesama PTKIN di Sumatera. Menurutnya, pertukaran dosen tidak harus selalu berorientasi ke perguruan tinggi luar negeri, tetapi juga dapat diperkuat di tingkat regional.

Ia juga mengusulkan pembentukan pusat studi kebencanaan bersama PTKIN di Sumatera. Gagasan tersebut dinilai relevan karena wilayah Sumatera memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

Pusat studi tersebut nantinya dapat diarahkan untuk mengembangkan kajian mitigasi bencana, peningkatan kapasitas relawan, pengembangan pengetahuan, hingga membuka peluang kolaborasi dengan lembaga internasional.

Dalam kesempatan itu, Bambang turut menyampaikan perkembangan UIN RIL dalam pemeringkatan internasional. Pada Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings, UIN RIL naik dari kelompok peringkat 1000–1200 menjadi 801–1000.

UIN Bengkulu: PTKIN Harus Saling Menguatkan

Sementara itu, Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Prof. Khairuddin menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kedekatan geografis antara Lampung dan Bengkulu menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang lebih intensif.

Khairuddin menegaskan, PTKIN seharusnya tidak terjebak dalam persaingan, melainkan membangun kemitraan dengan saling berbagi informasi, pengalaman, dan praktik baik.

“Yang ada bukan persaingan, tetapi kemitraan dan kolaborasi. Yang memiliki informasi dan pengalaman penting harus dibagikan kepada PTKIN lainnya sehingga kita bisa maju bersama,” katanya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *