Laporan Reporter Magang: Lenni Nurkumala
Bandar Lampung – Fakultas Keguruan Universitas Lampung (Unila) menggelar seminar bertajuk “Perempuan Hebat” dengan tema “Perempuan Berdaya dalam Menjaga Integritas Bangsa Melalui Pergerakan Nyata”, bertempat di Gedung K Fakultas Keguruan Unila, Selasa (30/9/2025).
Salah satu isu utama yang mengemuka dalam seminar ini adalah bahaya propaganda ISIS di media sosial. Media sosial disebut menjadi pintu masuk yang kerap dimanfaatkan kelompok radikal untuk menyebarkan ideologi sesat.
Salah satu pembicara, Melani Indriyani, membagikan pengalaman pribadinya. Ia mengungkapkan pernah dituduh sebagai teroris dan mendekam di penjara sebanyak dua kali dalam kurun tiga tahun.
Melani mengaku sempat berkeinginan berhijrah ke Suriah, namun saat berada di Turki ia ditangkap dengan tuduhan terlibat jaringan teroris.
Menurut Melani, ISIS menggunakan agama sebagai tameng menarik simpatisan. Mereka menggambarkan wilayah kekuasaannya sebagai tempat yang aman dan tenteram, padahal kenyataannya penuh konflik dan penderitaan.
“Semua berawal dari media sosial. Awalnya saya berpikir ISIS tidak seburuk itu. Namun kenyataannya, propaganda tersebut hanyalah cara mereka untuk menyesatkan umat Islam,” ujarnya.
Selama di penjara, Melani menyadari kesalahannya. Ia merasakan banyak kerugian, terutama dalam hubungan sosial, keluarga, serta kehilangan kedekatan dengan anak-anaknya. Anak-anaknya pun mengalami trauma akibat situasi tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam organisasi yang pernah diikutinya, dirinya diarahkan untuk menyebarkan propaganda melalui poster-poster digital yang ditujukan untuk memengaruhi umat Islam.
Pengalaman pahit itu kini dijadikannya pelajaran untuk mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap pengaruh media sosial.
Seminar ini menegaskan bahwa media sosial dapat menjadi peluang sekaligus ancaman. Oleh karena itu, perempuan diharapkan mampu berperan aktif dalam menjaga integritas bangsa dengan menyaring informasi serta tidak mudah terpengaruh propaganda. (*)












