BERJAYANEWS.COM — Rencana pertemuan sosialisasi program Kemitraan Mandiri yang digagas oleh Sugar Group Company (SGC) di Balai Kampung Gunung Tapa Udik, Kecamatan Gedong Meneng, Rabu (26/11/2025), mendadak batal digelar.
Pembatalan terjadi setelah pihak owner yang dikenal masyarakat sebagai Nyonya Lee tidak hadir tanpa memberikan penjelasan apa pun kepada panitia maupun warga.
Pertemuan tersebut sebelumnya telah diumumkan oleh Kepala Kampung Gunung Tapa Udik, Saidun, sehingga kehadiran masyarakat cukup antusias. Banyak warga dengan sengaja meninggalkan pekerjaan serta aktivitas harian demi memenuhi undangan resmi tersebut.
Namun hingga waktu acara yang dijadwalkan, Nyonya Lee tak kunjung hadir. Tanpa kejelasan penyebab ketidakhadirannya, pertemuan akhirnya dinyatakan dibatalkan.
Salah satu tokoh masyarakat, Dulhadi, menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap tersebut.
“Kami merasa direndahkan. Warga sudah meninggalkan pekerjaan untuk datang ke sini, tapi acaranya malah dibatalkan tanpa alasan jelas,” ujarnya tegas.
Menurut dia , kejadian ini bukan hanya mengecewakan, tetapi menimbulkan keraguan terhadap keseriusan dan itikad baik program kemitraan yang dijanjikan SGC.
“Kami khawatir agenda tersebut hanya sebatas formalitas tanpa komitmen nyata untuk masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Dulhadi menyebut bahwa lahan yang selama ini dikuasai SGC merupakan tanah ulayat adat, yang secara turun-temurun menjadi hak komunitas setempat.
“Dalam rencana kemitraan apa pun, lahan itu semestinya dikembalikan terlebih dahulu kepada masyarakat, sebelum dibahas lebih jauh mengenai kerja sama. Ini untuk mencegah kesalahpahaman, terutama karena sebagian warga menilai lahan tersebut bukanlah hak milik pribadi, melainkan tanah adat empat kecamatan, termasuk Gunung Tapa Udik,” tutupnya.
Sementara dalam pertemuan tersebut terlihat perwakilan SGC yang juga hadir. (Joh)












