Example floating
Example floating
Bandar LampungGaya Hidup & HiburanNews

Berawal dari Ketekunan Keluarga di Masa Pandemi, Bagus Sajiwo Sukses Kembangkan Usaha “Ayam Bakar Kembar”

×

Berawal dari Ketekunan Keluarga di Masa Pandemi, Bagus Sajiwo Sukses Kembangkan Usaha “Ayam Bakar Kembar”

Share this article
Berawal dari Ketekunan Keluarga di Masa Pandemi, Bagus Sajiwo Sukses Kembangkan Usaha Ayam Bakar Kembar

Laporan Reporter Magang : Lenni Nurkumala

BERJAYANEWS.COM, Bandar Lampung — Seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila) mencuri perhatian melalui kiprahnya di dunia kewirausahaan kuliner.

Bagus Sajiwo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila, mengembangkan usaha rumahan bertajuk “Ayam Bakar Kembar”, bisnis keluarga yang dirintis sejak masa pandemi Covid-19.

Ia bercerita ketertarikannya pada usaha kuliner berawal dari kondisi ekonomi keluarga yang terdampak pandemi pada 2020.

Saat itu, sang ibu berjualan gorengan dari rumah ke rumah untuk memenuhi kebutuhan harian. Dari situ, Bagus menyadari potensi besar yang dimiliki ibunya dalam hal memasak.

“Saya melihat jiwa dan keterampilan ibu saya itu serba bisa, serba enak, terutama untuk makanan,” ujarnya.

Nama Ayam Bakar Kembar dipilih karena Bagus merupakan anak kembar bersama saudaranya, Bagas, yang juga ikut membantu operasional usaha.

Seluruh proses produksi dilakukan sendiri oleh keluarga tanpa tenaga karyawan. Menu andalannya adalah ayam bakar dan nila bakar yang menjadi favorit pelanggan.

Menjalankan bisnis sambil kuliah bukan hal mudah bagi Bagus. Tantangan utama adalah membagi waktu antara jadwal kuliah pagi dan aktivitas produksi.

Meski demikian, ia tetap menjaga kualitas rasa dan pelayanan karena menurutnya, konsumen sangat sensitif terhadap kualitas makanan.

Dalam hal pemasaran, Bagus memanfaatkan media sosial dan platform pesan antar seperti TikTok, Instagram, GoFood, dan ShopeeFood.

Layanan pengantaran juga tersedia melalui WhatsApp bisnis dengan ketentuan pemesanan tertentu.

Bagus mengakui bahwa usaha ini memberikan banyak manfaat, mulai dari kemampuan mengatur waktu, meningkatkan kesabaran, hingga membangun kepekaan sosial.

Ia memiliki visi untuk mengembangkan Ayam Bakar Kembar dengan membuka cabang baru dan menambah variasi menu.

Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin memulai usaha sambil kuliah. Menurutnya, keberanian untuk memulai adalah kunci.

“Usaha yang paling baik itu usaha yang dijalankan, bukan yang hanya dipikirkan. Sukses itu 10% teori dan 90% aksi,” tegasnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *