BERJAYANEWS.COM,- Anggota Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung, Yuni Karnelis, mengkritik keras Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung yang dinilai belum maksimal dalam menyediakan wadah dan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan generasi muda.
Kritik tersebut disampaikan Yuni di sela-sela kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) yang mengusung tema Workshop Digital Marketing. Kegiatan ini berlangsung di Jl. Pangeran Emir M. Noer Gg. Karya Muda 2, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, pada Sabtu (24/01/2026).
“Kami melihat Pemerintah Kota Bandar Lampung sejauh ini belum maksimal dalam mengakomodir kebutuhan anak muda untuk memberikan ruang atau lingkungan yang baik. Padahal, ketersediaan wadah yang positif sangat krusial agar mereka memiliki tempat untuk berekspresi sekaligus mendapatkan bimbingan yang tepat,” ujar Yuni Karnelis.
Dalam kesempatan tersebut, Yuni secara terbuka menyoroti tantangan sosial yang cukup berat di wilayah Teluk Betung Selatan. Ia menyebut wilayah tersebut memiliki beberapa titik rawan yang berpotensi memberikan pengaruh buruk bagi generasi muda, khususnya Gen Z.
View this post on Instagram
“Bukan rahasia umum lagi, masih banyak lingkungan di wilayah Teluk Betung Selatan yang bisa memberi pengaruh buruk. Faktanya, ada anak muda yang terlibat penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, bahkan hingga terlibat dalam perdagangan obat-obatan tersebut. Ini adalah kondisi yang memprihatinkan,” tegasnya.
Menyikapi fenomena ini, legislator dari Fraksi PKS ini menekankan pentingnya sinergi antara peran keluarga dan penguatan karakter. Ia mengingatkan para orang tua agar mampu menciptakan lingkungan rumah yang aman dan nyaman, serta membangun pola komunikasi yang baik dengan anak.
Melalui kegiatan PIP ini, Yuni juga membekali peserta dengan prinsip pengembangan diri guna menghadapi krisis jati diri dan tren FOMO (Fear of Missing Out) yang marak di media sosial. Ia memperkenalkan formula 3P (Perbaiki diri, jangan membandingkan dengan orang lain, Pertambah ilmu), serta prinsip 1J (Jadilah versi terbaik kalian) dan 1K (Konsisten).
“Pembangunan karakter sangat dibutuhkan agar anak muda tidak terjebak pada sisi negatif seperti budaya ikut-ikutan.
Dengan mengintegrasikan nilai Pancasila dan keterampilan digital marketing, kami berharap Gen Z di Bandar Lampung memiliki karakter yang kuat, mandiri secara ekonomi, dan tetap konsisten pada jalur yang positif,” pungkasnya.











