Example floating
Example floating
Lampung Tengah

Jejak Gajah di Tanah Transmigrasi: Kisah Asal-Usul Nama Kotagajah di Kabupaten Lampung Tengah

×

Jejak Gajah di Tanah Transmigrasi: Kisah Asal-Usul Nama Kotagajah di Kabupaten Lampung Tengah

Share this article
Tengkorak Fosil Kepala Gajah Beratnya sekitar 23 kilogram yang disimpan di kantor Kampung Kota Gajah, kabupaten Lampung Tengah. Foto: Ari Budiman Sanjaya

BERJAYANEWS.COM,- Kotagajah bukan sekadar nama wilayah. Di baliknya tersimpan cerita rakyat turun-temurun yang hingga kini masih dijaga jejaknya dalam bentuk fosil gajah di balai kampung.

Fahrul Rozzi,Kasi Pemerintahan Desa Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, menjelaskan bahwa Kotagajah sudah ada sejak tahun 1963 dan saat itu dipimpin oleh Jaga Baya Karto Senen. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan transmigrasi terbesar pada masanya.

Namun, jauh sebelum itu, kawasan Kotagajah diyakini pernah menjadi habitat gajah liar. “Pada zaman dahulu, sebelum 1963, gajah banyak hidup di wilayah ini,” ujar Fahrul saat ditemui awak BerjayaNews, Selasa (2/2/206).

Memasuki tahun 1965, kata dia keberadaan gajah di Kotagajah mulai menghilang. Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, ditemukan bangkai seekor gajah yang diyakini sebagai ‘Pangeran Gajah’. Sisa-sisa tulang belulangnya kemudian disimpan dan hingga kini fosil tersebut masih berada di balai kampung Kotagajah.

Sayangnya, dokumentasi tertulis terkait kisah ini kini sulit ditemukan. “Dulu ada buku cerita tentang asal-usul Kotagajah, tapi sekarang sudah tidak ada. Para sesepuh yang mengetahui kisah detailnya pun sebagian besar telah wafat,” jelas Fahrul.

Sementara itu, Kepala Desa Kotagajah saat ini, Hi Akhmadi MS, menegaskan bahwa fosil gajah tersebut terus dirawat sebagai bukti sejarah dan warisan budaya lokal.

“Fosil ini kami jaga sebagai penguat cerita rakyat tentang asal mula nama Kampung Kotagajah,” ujarnya. (ABS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *