BERJAYANEWS.COM — Pelantikan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan berlangsung tidak biasa. Prosesi pengambilan sumpah jabatan digelar di Terminal Pasar Inpres Kalianda, ruang publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, Rabu (4/2/2026).
Sebanyak 22 pejabat administrator dan 7 pejabat pengawas dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di tengah aktivitas pedagang dan pengunjung pasar.
Suasana terminal yang biasanya dipenuhi kegiatan perdagangan pagi itu berubah menjadi lokasi pelantikan puluhan pejabat struktural Pemkab Lampung Selatan. Selain pelantikan tersebut, tujuh pejabat struktural juga menerima tugas tambahan sebagai Pelaksana tugas (Plt), terdiri dari empat Plt kepala dinas, dua Plt kepala bidang, dan satu Plt kepala sub bidang pada sejumlah perangkat daerah.
Pada kesempatan yang sama, sebanyak 27 pegawai diberi amanah sebagai pejabat fungsional dengan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas, serta satu pegawai lainnya ditunjuk sebagai Plt Kepala Puskesmas.
Bupati Egi menjelaskan, pemilihan Terminal Pasar Inpres Kalianda sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan. Ia menyebut, pelantikan di ruang publik menjadi pengingat bahwa pengabdian aparatur tidak selalu berada dalam kondisi yang nyaman.
“Saya lantik bapak ibu semua di tengah-tengah masyarakat, disaksikan langsung para pedagang yang ada di Pasar Inpres. Ini adalah realita yang terjadi hari ini,” ujar Egi dalam sambutannya.
Menurutnya, integritas aparatur tidak diukur dari penampilan, melainkan dari kejujuran dan hasil kerja nyata. Ia berharap para pejabat yang dilantik mampu merasakan langsung kondisi riil masyarakat, termasuk situasi pasar yang saat ini dikeluhkan sebagian pedagang karena sepi pengunjung.
“Jangan yang sudah naik jabatan merasa menjadi pejabat lalu lupa daratan. Kita harus bekerja dengan hati, bekerja melihat realita. Hari ini pasar kita banyak yang mengeluhkan sepi. Banyak sepi,” katanya.
Egi menambahkan, penempatan pejabat telah melalui proses selektif. Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik mengedepankan semangat Lamsel Betik (Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi) sebagai karakter birokrasi di Lampung Selatan.
Ia juga mengingatkan agar penggunaan anggaran dilakukan secara hati-hati dan tepat sasaran. “Hati-hati penggunaan anggaran. Jangan sampai tidak tepat sasaran atau ada main-main. Walaupun saya orangnya tidak teliti, yang mengawasi kita banyak. Saya sudah remind dari sekarang,” tegasnya.
Menurut Egi, integritas, kejujuran, dan kebersihan dalam menjalankan amanah menjadi fondasi utama birokrasi yang dipercaya masyarakat. Pelantikan di ruang publik tersebut diharapkan menjadi simbol bahwa jabatan publik selalu berada di tengah masyarakat dan terbuka terhadap pengawasan.
(*)












